Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir, PT Terminal Teluk Lamong Raih Kategori Gold TJSL & CSR Award 2026

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:46 WIB

 

PENGHARGAAN: Perwakilan PT Terminal Teluk Lamong saat menerima penghargaan Kategori Gold dalam ajang TJSL & CSR Award 2026 di Hotel Bidakara Jakarta. (Foto : Ist/Radar Gresik)
PENGHARGAAN: Perwakilan PT Terminal Teluk Lamong saat menerima penghargaan Kategori Gold dalam ajang TJSL & CSR Award 2026 di Hotel Bidakara Jakarta. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Anak perusahaan BUMN ini sukses meraih penghargaan TJSL & CSR Award 2026 Kategori Gold melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir bertajuk "Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka" dalam penganugerahan yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ajang tahunan tersebut mengusung tema Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value. Hal ini mencerminkan transformasi praktik TJSL sebagai instrumen strategis untuk memperkuat keberlanjutan perusahaan, meningkatkan reputasi korporasi, serta membangun kepercayaan publik maupun investor.

Capaian ini sejalan dengan misi TTL yang senantiasa mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat.

Baca Juga: Dukung Pelabuhan Hijau, PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Kapasitas TPK Nilam Lewat Penambahan E-RTG

Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas kolaborasi erat perusahaan bersama pemangku kepentingan. Pihaknya menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari trofi yang diterima, melainkan dari sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan dampak nyata.

"Bagi kami, keberhasilan sebuah program diukur dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan," ujar Dahlia Permata Sari, Kamis (6/8/2026).

Program budidaya kepiting soka ini dirancang berdasarkan hasil pemetaan sosial (social mapping) terhadap masyarakat di tujuh kelurahan area ring 1 sekitar wilayah operasional TTL. Langkah ini mengidentifikasi tantangan masyarakat pesisir, seperti menyempitnya area tangkap nelayan akibat perkembangan aktivitas kepelabuhanan serta menurunnya akses terhadap sumber daya alam pesisir.

Baca Juga: Pangkas Waktu Layanan Kapal, PT Terminal Teluk Lamong Raih Radar Surabaya Award 2026 Lewat Inovasi EAZI

Dahlia menambahkan, pengembangan budidaya kepiting soka hadir sebagai solusi mata pencaharian alternatif yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan, program ini mengedepankan penguatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan melalui pendampingan intensif, pelatihan teknis budidaya, hingga pembukaan akses peningkatan nilai tambah komoditas perikanan.

Sementara itu, CEO BUMN Track, SH Sutarto, menyampaikan bahwa TJSL & CSR Award telah menjadi tolok ukur bagi BUMN dan anak perusahaannya dalam mengembangkan praktik CSR yang inovatif, terukur, dan berdampak nyata bagi lingkungan.

"Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan dari besarnya perubahan yang dihasilkan dalam membangun kehidupan masyarakat. Perusahaan yang mampu menciptakan manfaat bagi publik akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar," tegas SH Sutarto. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
BUMN surabaya TJSL gresik terminal teluk lamong