Usung Program Berkelanjutan, Cargill Indonesia Sabet Radar Surabaya Awards sebagai Perusahaan Pelopor CSR Berdampak

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 21:45 WIB
Direktur Radar Surabaya, Lilik Widiantoro, menyerahkan Piagam dan trophy Radar Surabaya Awards 2026 kepada Admin & Relations Manager Cargill Indonesia, Adi Suprayitno. (Foto : Dok/Radar Surabaya)
Direktur Radar Surabaya, Lilik Widiantoro, menyerahkan Piagam dan trophy Radar Surabaya Awards 2026 kepada Admin & Relations Manager Cargill Indonesia, Adi Suprayitno. (Foto : Dok/Radar Surabaya)

RADAR GRESIK - PT Cargill Indonesia resmi menerima penghargaan sebagai Perusahaan Pelopor Corporate Social Responsibility (CSR) Berdampak dan Berkelanjutan dalam ajang penganugerahan Radar Surabaya Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Radar Surabaya, Lilik Widiantoro, kepada Admin & Relations Manager Cargill Indonesia, Adi Suprayitno kemarin, Kamis (30/7) di Hotel Vasa Surabaya. Apresiasi ini diberikan atas komitmen nyata perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga: Sinergi Berkelanjutan, Cargill Gulirkan Program Terintegrasi Cegah Stunting Hingga Berdayakan UMKM Perempuan di Jatim

Penghargaan ini sejalan dengan fokus Cargill dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang mencakup ketahanan pangan, perbaikan gizi, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.

Komitmen ini juga dituangkan dalam laporan Corporate Responsibility and Sustainable Development terbaru yang merangkum rangkaian inisiatif perusahaan di berbagai area operasional.

Admin & Relations Manager Cargill Indonesia, Adi Suprayitno, menegaskan bahwa perusahaan bertekad merancang program jangka panjang yang mampu menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.

Baca Juga: Tuntaskan Fase Kedua, Cargill Perkuat Kolaborasi Komunitas Cegah Stunting di Enam Desa Manyar Gresik

"Cargill berkomitmen untuk terus mengembangkan program yang memberikan dampak positif, khususnya bagi komunitas pedesaan di sekitar wilayah operasional," ujar Adi Suprayitno.

Di Jawa Timur, Cargill menjalankan program intervensi terpadu untuk menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan. Program ini meliputi edukasi kesehatan ibu dan anak, promosi ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan anak, hingga pemberian makanan tambahan (PMT).

Di Kabupaten Gresik, melalui program Laskar Cegah Stunting di Kecamatan Manyar, Cargill merangkul tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan kader masyarakat di enam desa. Salah seorang kader dari Desa Peganden, Hj. Nur Cholilah, menuturkan bahwa program ini membakar semangat partisipasi warga.

Baca Juga: Cargill Raih ISDA Gold Award, Dukung Agenda Pengelolaan Sampah Lewat Inisiatif Kompos 5R Berbasis Komunitas

"Kami mendapat pengetahuan untuk membantu ibu-ibu lainnya, mulai dari kelas menyusui hingga rembuk desa dalam menentukan langkah penanganan," ungkap Nur Cholilah.

Sementara di Kabupaten Pasuruan, Cargill memperkuat layanan kesehatan preventif berkolaborasi dengan puskesmas setempat. Pemantauan gizi telah menjangkau lebih dari 440 anak dan 400 lansia. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 1.000 penerima manfaat telah menerima distribusi bahan pangan bergizi berupa telur, tempe, dan susu kedelai yang diproduksi oleh pelaku UMKM lokal.

Guna memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, Cargill telah membangun tujuh sumur dalam (deep well) yang kini dimanfaatkan oleh lebih dari 10.000 warga di Pasuruan. Di bidang ekonomi, perusahaan aktif menggelar pelatihan kewirausahaan, pendampingan legalitas usaha, fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga strategi pemasaran digital bagi UMKM, khususnya yang dikelola oleh perempuan.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Dinkes Gresik dan Cargill Perkuat Aksi Cegah Stunting

Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong, Sudarti, mengaku program pembinaan ini berhasil mendongkrak daya saing usaha warga.

"Usaha kami kini lebih siap berkembang karena sudah memiliki legalitas dan pemahaman pemasaran yang lebih baik," terangnya.

Pada sektor lingkungan, Cargill mengembangkan Program Rumah Kompos 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replant, Refuse) di Kabupaten Gresik. Sejak digulirkan pada 2022, program ini sukses mengolah lebih dari 325 ton limbah organik menjadi kompos serta mendaur ulang lebih dari 19 ton sampah anorganik bersama bank sampah setempat, hingga berhasil meraih Gold Award pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Awards (ISDA).

Baca Juga: Gandeng Komunitas, Akademisi hingga Warga, Cargill Indonesia Lindungi Wilayah Pesisir Gresik dengan Tanam Ribuan Mangrove

Director Plant Management Cargill Food Solution BSC Southeast Asia, Harya Pranatreshna, menekankan bahwa penguatan sistem pangan tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh pihak.

"Penguatan sistem pangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan aksi bersama yang berkelanjutan," tegas Harya.

Berdasarkan riset Resilient Food Systems Index (RFSI) yang disusun Economist Impact bersama Cargill, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66,5. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan pada aspek keterjangkauan pangan, namun masih menghadapi tantangan pada ketersediaan serta ketahanan sistem pangan di tingkat komunitas. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
CSR Radar Surabaya Awards gresik Cargill Penghargaan