RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar The 1st Gresik Business Forum bertema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik” di Hotel Horison Gresik.
Forum ini diselenggarakan untuk membangun iklim investasi berkelanjutan yang tidak hanya mengejar besarnya modal masuk, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Sukses Lewat Program Jogo Gresik, Polres Gresik Sabet Penghargaan Radar Surabaya Award 2026
"Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan," ujar Gus Yani.
Hingga semester pertama tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Gresik telah mencapai sekitar Rp 11,4 triliun dari target tahunan sebesar Rp 30 triliun. Capaian ini didukung oleh posisi strategis daerah, keberadaan kawasan industri, jaringan pelabuhan laut dalam, serta ketersediaan pasokan energi, air, dan gas.
Gus Yani menekankan bahwa daya saing daerah harus ditopang dengan kepastian tata ruang dan birokrasi perizinan yang responsif, transparan, dan solutif.
Baca Juga: Peduli Anak PMI, Bupati Gresik Boyong Penghargaan Radar Surabaya Award 2026
"Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu. Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya," tegasnya.
Selain itu, Pemkab Gresik mendorong kemitraan konkret antara industri besar dengan UMKM lokal melalui marketplace terintegrasi, pengelolaan sampah bersama berkonsep waste to energy berkapasitas 250 ton per hari, serta penyediaan ruang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD).
"Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat," imbuhnya.
Baca Juga: Semarak HUT ke-62 SMAN 1 Gresik, Gelar Jalan Sehat Edukatif dan Tebar Ratusan Doorprize
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menambahkan bahwa penyiapan infrastruktur konektivitas menuju kawasan industri dan tol harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja.
"Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Bapak Ibu pelaku usaha tentu ingin usahanya berjalan hingga 20 sampai 50 tahun ke depan, karena itu lingkungan sosial, udara, tanah, dan air harus terus dijaga," tegas Wabup Alif.
Dalam forum yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan dunia usaha, kawasan industri, dan perbankan ini, Pemkab Gresik menawarkan lima proyek investasi strategis.
Baca Juga: Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Kebun Tebu di Sidayu Gresik Terbakar
Proyek tersebut meliputi pengolahan logam tembaga bernilai Rp 17,19 triliun, industri alat mesin pertanian bernilai Rp 784,83 miliar, hilirisasi timah bernilai Rp 1,17 triliun, industri farmasi garam berkualitas tinggi bernilai Rp 707,95 miliar, serta unit pengolahan ikan bernilai tambah senilai Rp 514,75 miliar.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik, Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat brand image Gresik sebagai tujuan investasi utama.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gresik juga menyerahkan serangkaian penghargaan kepada perusahaan dan mitra atas kontribusi realisasi investasi dan kepatuhan. PT Freeport Indonesia memborong penghargaan kontributor realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) 2025 sekaligus penyerapan tenaga kerja lokal tertinggi mencapai 71 persen.
Sementara itu, PT Petrokimia Gresik meraih penghargaan kontributor penanaman modal dalam negeri (PMD) terbesar, PT Berkah Kawasan Sejahtera sebagai kontributor kawasan industri terbesar, serta PT Dharma Graha Utama dan CV Tiga Peruang Lampur yang diapresiasi atas kepatuhan serta kemitraan aktif bersama UMKM lokal. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik