Inovasi GladiAgro Bawa Petrokimia Gresik Sabet Penghargaan Tertinggi SDGs 2026

Cak Fir • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:58 WIB
Inovasi produk GladiAgro Pulihkan Kesehatan Tanah, Antarkan Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Tertinggi SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.
Inovasi produk GladiAgro Pulihkan Kesehatan Tanah, Antarkan Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Tertinggi SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.

Kebomas- PT Petrokimia Gresik (Persero) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui inovasi GladiAgro Next-Gen Soil Revival. Inovasi yang berfokus pada pemulihan kesehatan tanah ini berhasil meraih penghargaan tertinggi Outstanding Distinguished Innovator dalam ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Penghargaan bergengsi tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Petrokimia Gresik dalam menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian sekaligus membuka peluang bagi GladiAgro untuk diperkenalkan pada forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, pada September 2026 sebagai salah satu inovasi berkelanjutan asal Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menjelaskan, GladiAgro dikembangkan sebagai jawaban atas tantangan semakin menurunnya kualitas tanah pertanian yang berdampak langsung terhadap efektivitas pemupukan dan produktivitas hasil panen.

“GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujar Daconi.

Pengembangan GladiAgro berangkat dari kepedulian perusahaan terhadap kondisi lahan pertanian di Indonesia yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan pupuk yang belum berimbang serta masih ditemukannya praktik pembakaran limbah pertanian.

Data yang dikumpulkan Petrokimia Gresik melalui pengujian terhadap 40.282 sampel tanah sejak 2016 di 27 provinsi menunjukkan fakta bahwa 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik yang rendah. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kesuburan tanah, berkurangnya efektivitas pemupukan, hingga belum optimalnya produktivitas pertanian.

Melalui GladiAgro, Petrokimia Gresik menawarkan pendekatan yang tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan. Inovasi ini memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba unggul Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke lahan guna meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, sekaligus memulihkan kesuburannya.

“GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” jelas Daconi.

Daconi menegaskan bahwa penghargaan internasional tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pertanian.

“Penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dan memperluas manfaat GladiAgro. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi praktik baik dari Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjawab tantangan kesehatan tanah dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutup Daconi.

Sementara itu, keunggulan GladiAgro tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi hayati. Program ini juga diperkuat dengan AgrooFertile App berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan secara spesifik sesuai komoditas dan kondisi lahan. Teknologi tersebut telah diterapkan pada berbagai komoditas pangan dan hortikultura di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Melalui AgrooFertile App, petani memperoleh rekomendasi pemupukan yang lebih presisi sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien, produktivitas meningkat, sekaligus mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Dengan konsep yang adaptif, GladiAgro memiliki peluang besar untuk direplikasi di berbagai wilayah dan komoditas pertanian di Indonesia. Inovasi ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 4 mengenai peningkatan kapasitas petani, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 15 mengenai pemulihan ekosistem daratan, serta SDG 17 melalui penguatan kolaborasi multipihak.

Ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 sendiri berlangsung selama enam bulan, mulai Desember 2025 hingga pertengahan 2026, dan diikuti 72 inovator muda dari 18 perusahaan. Keberhasilan GladiAgro meraih predikat tertinggi semakin menegaskan kapasitas Petrokimia Gresik sebagai perusahaan agroindustri yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga konsisten menghadirkan inovasi berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Editor : Cak Fir
gresik Pertanian Petrokimia Gresik SDGs Inovasi