Kebomas – Petrokimia Gresik terus memperkuat transformasi industri melalui berbagai inovasi strategis. Salah satu langkah paling monumental adalah memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos, sebuah inovasi yang meningkatkan fleksibilitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan industri pupuk nasional.
Teknologi Flex-Phos memungkinkan satu fasilitas produksi menghasilkan tiga jenis produk sekaligus, yakni NPK Phonska, NPK Solid Granulation, dan pupuk fosfat. Fleksibilitas tersebut membuat Petrokimia Gresik lebih adaptif dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan pupuk bagi sektor pertanian nasional.
Transformasi ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam mengantisipasi tantangan industri pupuk, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga energi dan bahan baku.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa transformasi merupakan fondasi utama perusahaan untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
"Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya saat memimpin Upacara HUT Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik, Jumat (10/7).
Selain menghadirkan teknologi Flex-Phos, Petrokimia Gresik juga memperkuat fondasi bisnis melalui pembangunan dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek tersebut rampung, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan akan meningkat menjadi 100.000 ton sehingga mendukung keandalan pasokan bahan baku.
Di sektor logistik, perusahaan tengah membangun Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga tingkat okupansi dermaga tetap optimal.
Keandalan operasional juga diperkuat melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Tambahan pasokan sekitar 30–35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) diproyeksikan mampu menopang operasional perusahaan hingga 2035.
"Transformasi bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan. Karena itu, kami terus memperkuat kemampuan produksi, keandalan pasokan bahan baku dan energi, serta melakukan transformasi industri agar perusahaan tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi pertanian Indonesia," jelas Daconi.
Transformasi tersebut berjalan seiring dengan kinerja operasional yang terus meningkat. Sepanjang 2025, produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4.683.477 ton atau sekitar 105 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Tren positif berlanjut pada Semester I 2026 dengan produksi mencapai 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di bidang keberlanjutan, Petrokimia Gresik juga ditunjuk sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030.
"Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," tutup Daconi.
Editor : Cak Fir