Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perkuat Hilirisasi Kawasan Transmigrasi, Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan Gresik ke AS

Hany Akasah • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:38 WIB
Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, bersama Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, resmi melepas ekspor satu kontainer rajungan berkualitas tinggi ke pasar Amerika Serikat. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, bersama Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, resmi melepas ekspor satu kontainer rajungan berkualitas tinggi ke pasar Amerika Serikat. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat hilirisasi komoditas nasional berorientasi ekspor. Langkah strategis ini ditegaskan melalui pelepasan ekspor satu kontainer rajungan ke Amerika Serikat yang berlangsung di CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik, pada hari Senin.

Pelepasan ekspor ini dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi.

Momentum ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mendongkrak nilai tambah produk dari kawasan transmigrasi, sekaligus menegaskan peran Gresik sebagai simpul industri pengolahan perikanan global.

Baca Juga: Diwarnai Pakaian Adat Nusantara, Rutan Gresik Peringati Harganas ke-33

Ekspor bernilai miliaran rupiah ini merupakan buah sinergi antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas.

Menariknya, pasokan bahan baku rajungan tidak hanya berasal dari pesisir Gresik dan Lamongan, melainkan juga disuplai dari kawasan transmigrasi di Indonesia Timur, seperti Sorong di Papua, Maluku, Maluku Utara, hingga Kabupaten Pasangkayu di Sulawesi Barat. Seluruh hasil tangkapan tersebut kemudian dibawa dan diolah di Gresik sebelum diberangkatkan menuju pasar Amerika Serikat.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani, menyatakan rasa syukurnya atas ketahanan produk lokal yang mampu menembus pasar global di tengah tantangan ekonomi dunia. Menurutnya, letak geografis dan kesiapan infrastruktur industri di Gresik menjadi modal utama untuk menjadi penghubung potensi berbagai daerah dengan pasar internasional.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wehasta dan PT Freeport Indonesia Ajak Masyarakat Jadi Solusi Atasi Sampah

“Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia. Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih,” ujar Gus Yani.

Gus Yani menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor rajungan ini ditopang oleh dua kekuatan utama, yakni melimpahnya ketersediaan bahan baku dari kawasan pesisir dan wilayah transmigrasi Indonesia Timur, serta karakteristik industri yang bersifat padat karya.

Sektor pengolahan ini sangat mengandalkan keterampilan tangan para pekerja lokal, khususnya kaum perempuan, untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar ketat pasar ekspor.

Baca Juga: RUU Kawasan Industri Jadi Kunci Akselerasi Investasi, Nila Yani Dorong Pengesahan Aturan Khusus Ekonomi Nasional

“Nilai utama industri ini bukan teknologi yang tinggi, melainkan keterampilan tenaga kerjanya. Karena itu kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Gresik membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami membuka seluas-luasnya dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja. Apabila perusahaan membutuhkan pelatihan bagi para pekerjanya, Pemerintah Kabupaten Gresik siap memfasilitasi pelatihan yang tersertifikasi sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,” tegas Gus Yani.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Rilis Identitas Visual HUT ke-81 RI, Berikut Link Download Logo Resmi dan Pedoman Panduan Teknisnya

Dalam sesi konferensi pers, Gus Yani menambahkan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang hilirisasi bagi komoditas unggulan lainnya dari kawasan transmigrasi. Posisi strategis Gresik dengan industri pengolahan yang sudah maju diharapkan bisa menyerap komoditas lain seperti kakao maupun kopra dari kawasan transmigrasi di masa depan. Beliau berharap dukungan Kementerian Transmigrasi terus diperkuat agar semakin banyak produk transmigrasi yang memiliki nilai tambah melalui industri di Gresik.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa ekspor ini menjadi bukti nyata pergeseran paradigma kawasan transmigrasi. Kini, wilayah transmigrasi tidak hanya identik dengan sentra produksi tanaman pangan, tetapi juga mampu menghasilkan komoditas perikanan yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

“Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Bahan bakunya berasal dari Sorong, Maluku, Maluku Utara, Pasangkayu, hingga kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Melalui kemitraan dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Raih Rekor Dunia MURI, Festival Nasi Krawu Sukses Perkuat Identitas Budaya Gresik

Menurut Viva Yoga, arah baru pembangunan transmigrasi saat ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan hilirisasi produk unggulan.

Langkah ini sejalan dengan empat misi utama Kementerian Transmigrasi di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat persatuan bangsa, mengentaskan kemiskinan, mendukung swasembada pangan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda. Karena itu pengembangannya juga harus spesifik, termasuk melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Lindungi Pekerja Perempuan, Dinas KBPPPA Gresik Dorong Pembentukan RP3 di Setiap Perusahaan

Viva Yoga mengungkapkan bahwa permintaan rajungan dari Amerika Serikat masih sangat tinggi. Saat ini ekspor dilakukan secara rutin dua kali setiap bulan dengan volume sekitar enam belas ton per kontainer dan nilai ekonomi mencapai sekitar empat belas miliar hingga lima belas miliar rupiah untuk setiap kali pengiriman.

Ia juga mengapresiasi proses pengolahan rajungan di CV Kudatama Mas yang telah memenuhi standar internasional dan dikerjakan secara manual sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Industri ini bukan hanya menghasilkan devisa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan yang luas. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak nelayan di kawasan transmigrasi yang memperoleh manfaat dari rantai nilai ekspor ini,” ujarnya.

Baca Juga: Lindungi Pekerja Perempuan, Dinas KBPPPA Gresik Dorong Pembentukan RP3 di Setiap Perusahaan

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Transmigrasi terus membangun sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas kawasan pesisir transmigrasi melalui pemberdayaan nelayan dan penguatan rantai pasok.

Viva Yoga menambahkan, apabila pasokan rajungan dari kawasan transmigrasi semakin besar dan berkelanjutan, peluang pembangunan fasilitas pengolahan di kawasan transmigrasi juga semakin terbuka lebar, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat di daerah asal bahan baku. (han) 

Editor : Hany Akasah
#Rajungan #ekspor #gresik #BUPATI #Menteri Transmigrasi