Kebomas – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik mendorong para insinyur di wilayahnya untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang Process System Engineering (PSE) sebagai bekal menghadapi transformasi industri yang semakin kompleks. Penguasaan PSE dinilai menjadi salah satu kunci mewujudkan industri yang lebih efisien, aman, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua PII Cabang Gresik, Awang Djohan Bactiar, usai menghadiri Konferensi PSE ID 2026 yang diselenggarakan Badan Kejuruan Kimia (BKK) PII bekerja sama dengan Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya pada 24–25 Juni 2026. Menurut Awang, Gresik sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia membutuhkan insinyur yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan rekayasa sistem proses agar industri semakin berdaya saing.
"Sebagai kawasan yang menjadi rumah bagi berbagai industri proses, mulai dari petrokimia, pupuk, semen, hingga pengolahan logam, Gresik membutuhkan insinyur yang memiliki kompetensi PSE. Kemampuan ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan efisiensi operasi, keselamatan proses, keberlanjutan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam industri," ujarnya.
Awang menambahkan, PII Cabang Gresik akan terus mendorong anggotanya aktif mengikuti berbagai forum ilmiah dan profesional sebagai sarana memperbarui wawasan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi. Salah satunya melalui forum PSE ID yang dinilai mampu meningkatkan kompetensi profesional para insinyur.
"PII Cabang Gresik siap mendukung pengembangan kapasitas insinyur melalui berbagai kegiatan keprofesian. Kami ingin semakin banyak insinyur di Gresik yang menguasai PSE sehingga mampu menjadi motor penggerak transformasi industri yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Badan Kejuruan Kimia (BKK) PII, Ganis Danandjati, mengatakan tantangan global seperti transisi energi, dekarbonisasi, digitalisasi proses, kecerdasan buatan (AI), hingga ketahanan rantai pasok membutuhkan kontribusi nyata dari para insinyur, akademisi, peneliti, pelaku industri, dan regulator.
"PSE memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan tersebut. PSE menjadi fondasi penting untuk mewujudkan industri Indonesia yang lebih efisien, lebih aman, rendah emisi, dan lebih kompetitif. Karena itu, konferensi ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan industri nasional," kata Ganis.
Konferensi PSE ID 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah sebelumnya digelar di Universitas Indonesia. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 presenter dari kalangan akademisi dan industri ini juga menjadi pre-event Annual Meeting BKK PII 2026 di Bandung sekaligus bagian dari peringatan 85 tahun pendidikan teknik kimia di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia PSE ID 2026, Rendra Panca Nugraha, menjelaskan PSE merupakan cabang ilmu teknik kimia yang membahas desain proses, pengendalian proses (process control), keselamatan proses (process safety), hingga optimasi sistem industri.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menjaring ide, inovasi, dan kolaborasi antara akademisi dan industri sehingga mampu menjawab kebutuhan industri kimia di Indonesia serta mendukung terwujudnya industri hijau yang berkelanjutan," ujar Rendra.
Editor : Cak Fir