RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali menorehkan catatan kinerja operasional yang solid sepanjang periode Januari hingga Mei tahun ini. TTL Group sukses membukukan arus petikemas (throughput) sebesar 1.205.540 TEUs, atau mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 13 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Pencapaian gemilang ini kian mempertegas peran strategis TTL Group sebagai salah satu lokomotif penggerak utama rantai pasok nasional sekaligus memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan utama Indonesia bagian timur yang terkoneksi kuat dengan jaringan logistik global.
Sumbangsih pertumbuhan terbesar dalam capaian ini bersumber dari Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong yang berhasil mencatat throughput sebanyak 448.966 TEUs, melonjak signifikan sebesar 25 persen dari capaian tahun lalu yang berada di angka 358.127 TEUs.
Baca Juga: Kompak Berbuat Kriminal, Sepasang Kekasih di Tlogopojok Gresik Nekat Gasak Motor Warga
Tren positif ini utamanya dipicu oleh lonjakan arus petikemas internasional yang menembus angka 238.282 TEUs, atau tumbuh melesat 91 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 124.829 TEUs. Kinerja moncer ini didukung penuh oleh keberhasilan TPK Teluk Lamong dalam melayani 15 kunjungan kapal petikemas internasional adhoc, yang sekaligus menjadi indikator kuat atas meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran raksasa dunia terhadap keandalan operasional, produktivitas terminal, serta kualitas layanan korporasi.
Kinerja yang tidak kalah impresif juga ditunjukkan oleh TPK Nilam dengan torehan throughput sebesar 221.807 TEUs, atau tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 184.099 TEUs. Peningkatan signifikan ini merupakan buah manis dari implementasi program inovatif Express Anchorage Zone Service (EAZI), sebuah sinergi taktis antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam mengoptimalkan Penataan Zona Labuh 2 Surabaya.
Program tersebut terbukti andal dalam mempercepat proses perpindahan armada kapal dari area labuh menuju dermaga, sehingga mampu meningkatkan efisiensi waktu pelayanan dan mendorong frekuensi kunjungan kapal (ship call).
Di sisi lain, TPK Berlian turut memperkuat lini logistik dengan memberikan kontribusi positif lewat torehan throughput sebesar 534.767 TEUs, tumbuh stabil 1 persen dibanding capaian tahun lalu sebesar 528.970 TEUs. Aktivitas bongkar muat di TPK Berlian ini masih didominasi oleh distribusi komoditas petikemas domestik yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia bagian timur, menjadikannya tulang punggung utama bagi konektivitas logistik antarpulau di nusantara.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian operasional yang luar biasa ini merupakan buah dari konsistensi seluruh elemen perusahaan dalam mengeksekusi transformasi operasional yang mengutamakan aspek keselamatan, efisiensi waktu, digitalisasi sistem, serta kepuasan pelanggan.
“Pertumbuhan kinerja hingga Mei tahun ini menunjukkan bahwa strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Melalui optimalisasi layanan kapal melalui program EAZI, peningkatan keandalan peralatan, penerapan planning and control yang disiplin, transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan kerja, kami berhasil meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Kepercayaan yang terus meningkat dari perusahaan pelayaran internasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terminal yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing global,” urai David Pandapotan Sirait.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keunggulan layanan, TTL Group juga terus memperkukuh implementasi budaya keselamatan melalui pelaksanaan Safety Improvement Program. Langkah mitigasi ini menegaskan komitmen tinggi perusahaan untuk memastikan setiap denyut aktivitas operasional di lapangan berjalan selaras dengan standar ketat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Melalui penerapan Safety Induction, pemenuhan Minimum Safety Requirement, serta penguatan program Terminal Sterilization, manajemen menjamin seluruh aktivitas bongkar muat berlangsung dengan aman dan minim risiko guna mendukung ketahanan produktivitas terminal dalam jangka panjang.
Memasuki paruh kedua tahun ini, TTL Group menyatakan optimisme tinggi untuk dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan yang ada. Strategi ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan, penguatan kolaborasi erat bersama seluruh pemangku kepentingan, serta ekspansi jaringan pelayaran baik di rute domestik maupun internasional.
Baca Juga: Aksi Demo LSM Luar Daerah di Wringinanom Menuai Penolakan dari Warga dan Pegiat Sosial Gresik
Sinergi yang kian erat di dalam ekosistem logistik nasional ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik nasional serta mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus hub logistik internasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (han)
Editor : Hany Akasah