Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perkuat Mitigasi Industri Level Dua, FPRB Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Petrokimia Gresik

Fajar Yuliyanto • Minggu, 21 Juni 2026 | 08:12 WIB
Simulasi : Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik memberikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Petrokimia Gresik dalam menyelenggarakan Emergency Response Drill 2026. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
Simulasi : Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik memberikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Petrokimia Gresik dalam menyelenggarakan Emergency Response Drill 2026. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Langkah preventif dalam menekan indeks risiko kebencanaan di sektor industri manufaktur mendapat respons positif dari elemen pengamat kebencanaan daerah. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif PT Petrokimia Gresik yang menggelar simulasi tanggap darurat berskala makro.

Langkah korporasi ini dinilai sangat responsif lantaran dinilai masih minim sektor dunia usaha yang secara terbuka bersedia melibatkan berbagai pemangku kepentingan eksternal demi menekan potensi dampak kedaruratan terhadap masyarakat sekitar.

Wakil Ketua FPRB Gresik, Danny Suteja, menjelaskan bahwa institusinya merupakan sebuah wadah strategis yang bertugas membersamai seluruh elemen kelembagaan Pentahelix.

Baca Juga: Gagal Belok, Pengendara Motor Meninggal Usai Terlibat Kecelakaan Beruntun di Menganti Gresik

Struktur kemitraan tersebut mengintegrasikan unsur pemerintah, kelompok masyarakat, akademisi, media massa, hingga dunia usaha dalam satu visi bersama guna mewujudkan upaya pengurangan risiko bencana yang komprehensif di wilayah Kabupaten Gresik.

“Kami FPRB menyampaikan apresiasi terhadap dunia usaha yang sudah mencoba mengupayakan mitigasi dampak risiko dari bahaya ditempat kerja,” jelas Danny Suteja seusai mewakili FPRB dalam agenda simulasi tanggap darurat bertajuk Emergency Response Drill Petrokimia Gresik 2026, Jumat (19/6/2026).

Agenda Emergency Response Drill Petrokimia Gresik 2026 itu sendiri telah sukses digulirkan secara maraton pada Kamis (18/6/2026) lalu, dengan melibatkan puluhan partisipan aktif dari internal maupun eksternal Petrokimia Gresik Group.

Baca Juga: Warga Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kos, Polsek Menganti Gresik Pastikan Tak Ada Kekerasan

Menariknya, jajaran eksternal yang diikutsertakan mencakup institusi pelayanan kesehatan vital seperti Rumah Sakit Semen Gresik, Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, dan RSUD Ibnu Sina.

Selain itu, unsur birokrasi teknis seperti BPBD, Dinas PMK, Dinas Kesehatan, hingga FPRB Kabupaten Gresik turut diterjunkan langsung untuk mengisi pos penting sebagai tim observer (pengamat) maupun evaluator lapangan.

"Salah satu pengurus kita juga menjadi evaluator, yang bertugas mengevaluasi simulasi tanggap darurat," tambah Danny.

Baca Juga: Jiddan Ajak Warga Gresik Pahami Peran LPS dalam Menjaga Kepercayaan Sistem Keuangan

Lokasi pengujian kesiapsiagaan tersebut dipusatkan di kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik.

Dalam skenario kedaruratan yang berjalan dinamis, para petugas di lapangan dituntut sigap menjalankan tata laksana penanganan korban di area terdampak, melakukan koordinasi medis eksternal secara berantai, mengevaluasi efektivitas posko darurat, hingga melakukan manajemen rekapitulasi data korban secara presisi sebelum akhirnya status kedaruratan resmi dinyatakan aman oleh komando pusat.

Danny Suteja menggarisbawahi bahwa keterlibatan kluster kesehatan dari luar lingkungan korporasi menjadi nilai tambah yang krusial pada simulasi kali ini. Hal tersebut didasarkan pada klasifikasi potensi ancaman operasional yang disimulasikan di lapangan.

"Yang menarik dari kegiatan ini adalah karena tergolong kejadian darurat di level dua, jadi Petrokimia Gresik melibatkan kluster kesehatan seperti sejumlah pihak rumah sakit terdekat,” urainya merinci jalannya skenario teknis.

Baca Juga: Sukses Jadi Wadah Piala Dispendik, Gressmall Buktikan Mal Bisa Jadi Tempat Pembinaan Olahraga

Bagi FPRB, pelaksanaan latihan kesiapsiagaan industri seperti ini memegang peranan vital sebagai instrumen pembelajaran berkala. Diharapkan, melalui pengkondisian situasi kritis yang teratur, manajemen perusahaan beserta seluruh mitra pendukung tidak lagi gagap atau panik apabila sewaktu-waktu dihadapkan pada situasi kedaruratan riil yang sesungguhnya.

"Agar menjadikan Tata Laksana Penangganan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi dampakan akibat kedaruratan yang ditimbulkan,” pungkas Danny Suteja menandaskan keterangannya kepada media. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#fprb #gresik #petrokimia #Simulasi #Bencana