Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Antisipasi Koreksi Daya Beli, Manajemen Gressmall Pantau Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kebijakan penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang resmi diberlakukan pemerintah sejak Rabu (10/6/2026) lalu, mulai memantik respons dari pelaku industri ritel modern di daerah.

Kendati belum memicu guncangan masif, pihak manajemen pusat perbelanjaan Gressmall Kabupaten Gresik memilih memasang sikap siaga guna memitigasi potensi koreksi pada kurva daya beli masyarakat yang berisiko menekan angka kunjungan harian (traffic).

Hingga memasuki pekan kedua pasca-penyesuaian harga energi tersebut, denyut operasional di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Gresik ini terpantau masih berada dalam koridor stabil.

Baca Juga: Dongkrak Kualitas Gabah, Babinsa Balongpanggang Gresik Terjun ke Sawah Dorong Produktivitas Petani Brangkal

Tren positif ini terbantu oleh fondasi performa okupansi mall pada periode April hingga Mei 2026 yang mencatatkan rapor impresif dan konsisten dalam pemantauan berkala internal manajemen.

General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, mengungkapkan bahwa indikator dampak langsung dari kenaikan harga komoditas Pertamax seri ini memang belum sepenuhnya merembet ke sektor sekunder, termasuk pos distribusi logistik ekspedisi barang maupun fluktuasi harga jual produk di dalam mall.

Namun demikian, pihaknya enggan meremehkan dinamika ini mengingat kenaikan harga BBM berpotensi memicu efek domino pada struktur biaya operasional para penyewa lapak (tenant).

Baca Juga: Cerme Sabet Juara, FKKG Gresik Sukses Gelar Grand Final Clan of Champions 2026 Chapter 2 di Atrium Gresmall

“Sampai sekarang belum ada dampak yang signifikan. Okupansi kemarin juga cukup bagus, dan kami bisa tracking setiap bulan. Namun, tenant-tenant juga cukup kaget dengan kenaikan BBM ini. Karena pengunjung ke sini kebanyakan pakai motor atau mobil. Harapan kami dari pengelola, hal ini tidak sampai berimbas terlalu dalam pada daya beli masyarakat,” urai Erich Pramono Bangun saat memberikan analisis pasar di kawasan ritel Gressmall, Jumat (19/6/2026).

Erich menambahkan, karakteristik mayoritas segmen pasar konsumen Gressmall didominasi oleh kelompok keluarga dan pekerja industri yang berkunjung secara berkala dengan ritme satu hingga dua kali dalam sepekan.

Karena mobilitas para pelancong belanja tersebut mayoritas mutlak mengandalkan akomodasi kendaraan pribadi, maka pengeluaran untuk sektor bahan bakar otomatis akan memotong porsi anggaran belanja rumah tangga mereka di pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Kehadiran Pemain Film "Komang" di Gresik Curi Perhatian Pengunjung XXI Gresmall

Berdasarkan basis data statistik internal saat ini, angka kunjungan rata-rata pada hari kerja biasa (weekday) mampu menyentuh angka konstan di kisaran 5 ribu orang per hari. Manajemen Gressmall membidik target untuk mempertahankan stabilitas angka tersebut agar tidak mengalami penurunan di tengah tekanan psikologis pasar akibat kenaikan tarif bahan bakar.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap koridor regulasi nasional, Erich menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung penuh langkah penyesuaian harga energi yang diambil oleh pemerintah pusat demi menjaga keseimbangan fiskal negara.

Kendati demikian, kalangan peritel berharap pemerintah bersedia meluncurkan paket kebijakan stimulus lanjutan, khususnya restrukturisasi instrumen perpajakan daerah maupun nasional, guna memberikan ruang napas bagi pelaku usaha dan menjaga daya beli publik tetap bergairah.

Baca Juga: Dongkrak Daya Saing Global, Terminal Teluk Lamong Gembleng Kemampuan Komunikasi 40 Pegawai Lintas Sektor

“Prinsipnya kami mendukung penuh pemerintah. Tapi kami berharap ada kebijakan lanjutan dari sisi pajak supaya dampaknya tidak terlalu besar ke sektor riil, sehingga semua lini usaha tetap bisa berjalan beriringan,” pungkas Erich menandaskan. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Nonsubsidi #gresik #Pertamax #BBM #Gresmall