Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

PII Gresik Dorong Hilirisasi Industri Harus Diimbangi Investasi Lingkungan

Cak Fir • Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB
PII Gresik menegaskan pentingnya menyeimbangkan program hilirisasi industri dengan investasi lingkungan melalui aksi penanaman 2.000 mangrove di pesisir Manyar.
PII Gresik menekankan pentingnya menyeimbangkan program hilirisasi industri dengan investasi lingkungan melalui aksi penanaman 2.000 mangrove di pesisir Manyar.

Manyar – Program hilirisasi industri yang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional dinilai perlu berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Seiring bertambahnya aktivitas industri dan investasi di berbagai daerah, langkah-langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Perkumpulan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik melalui aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (13/6). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu menjadi simbol pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Ketua PII Cabang Gresik, Awang Djohan Bactiar, mengatakan program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah melalui Asta Cita diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru. Namun, dampak positif tersebut perlu diiringi dengan komitmen menjaga kualitas lingkungan hidup.

"Hilirisasi industri akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, seiring bertambahnya aktivitas industri, upaya pelestarian lingkungan harus terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir dan penanaman mangrove seperti yang kita lakukan ini," ujar Awang.

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mampu menahan abrasi, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon alami serta habitat bagi berbagai biota laut yang mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.

Karena itu, keberadaan mangrove perlu terus dijaga dan diperluas melalui keterlibatan berbagai pihak. PII Gresik berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pembangunan industri berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan.

"Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak stakeholder di Gresik untuk turut berkontribusi menjaga lingkungan. Dengan demikian, pertumbuhan industri yang lahir dari program hilirisasi tidak hanya menghasilkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang," ujar Awang.

Aksi penanaman mangrove tersebut terlaksana melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Wakil Ketua PII Cabang Gresik Ali Yusa menjelaskan kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, PT Peti Kemas Surabaya yang memberikan bantuan bibit mangrove, BKTI PII Jawa Timur, perguruan tinggi, perusahaan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.

Menurut Ali, keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting agar manfaat dari penanaman mangrove dapat dirasakan secara berkelanjutan. Selain menjaga kawasan pesisir, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan di tengah pesatnya perkembangan industri.

Kegiatan revitalisasi pesisir tersebut merupakan program kedua yang dilaksanakan PII Gresik setelah pelaksanaan perdana pada 2025. Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata para insinyur dalam mendukung konservasi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem pesisir di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Gresik, Syamsul, mengapresiasi konsistensi PII Gresik dalam menginisiasi kegiatan penanaman mangrove. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat merupakan model kolaborasi yang efektif dalam menjaga lingkungan hidup.

Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian kawasan pesisir sehingga dampak positif yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak," kata Syamsul.

Editor : Cak Fir
#pii #lingkungan #karbon #hilirisasi #Mangrove