Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

PT Terminal Teluk Lamong Gandeng ALFI/ILFA Perkuat Ekosistem Logistik Jawa Timur

Hany Akasah • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:59 WIB
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) berkomitmen terus mendukung penguatan ekosistem logistik nasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis bersama DPW ALFI/ILFA Jawa Timur. (Ist/Radar Gresik)
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) berkomitmen terus mendukung penguatan ekosistem logistik nasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis bersama DPW ALFI/ILFA Jawa Timur. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penguatan ekosistem logistik nasional. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur pada Rabu lalu.

Kegiatan ini menjadi wadah dialog konstruktif antara operator terminal dan pelaku usaha logistik untuk membahas berbagai peluang peningkatan efisiensi layanan serta penguatan daya Saing logistik di wilayah Jawa Timur.

Forum yang dihadiri oleh jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong dan pengurus DPW ALFI/ILFA Jawa Timur tersebut membedah berbagai isu strategis yang dihadapi industri logistik, sekaligus mengevaluasi program transformasi layanan yang telah dijalankan oleh TTL.

Baca Juga: Gali Ilmu Maritim Modern, Queensway Secondary School Singapura Pelajari Sistem Operasional PT Terminal Teluk Lamong

Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar di kawasan Indonesia Timur, PT Terminal Teluk Lamong mengukir catatan impresif dengan membukukan arus petikemas konsolidasi sebesar 2,19 juta TEUs sepanjang tahun 2025.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan pengguna jasa terhadap kualitas layanan TTL sekaligus memperkuat peran vital perusahaan sebagai simpul utama dalam rantai pasok nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen TTL memaparkan sejumlah transformasi layanan yang telah diimplementasikan guna mendongkrak efisiensi operasional terminal. Salah satunya melalui penerapan Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026 yang mengatur kedatangan armada truk berdasarkan slot waktu operasional empat jam.

Baca Juga: Jadi Pilihan COSCO, Arus Petikemas Internasional Terminal Teluk Lamong Tumbuh Melonjak di Atas 90 Persen

Sistem digital ini terbukti mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga utilisasi peralatan terminal menjadi lebih optimal serta berhasil menekan potensi kepadatan di area gate maupun lapangan penumpukan (yard).

Sebagai bagian dari komitmen transformasi digital dan peningkatan aspek pelayanan, TTL juga menghadirkan fasilitas Green Shelter Waiting Area yang memiliki kapasitas tampung hingga 66 unit truk.

Fasilitas hijau tersebut dilengkapi dengan sarana penunjang berupa mushola, toilet, klinik kesehatan, ruang induksi keselamatan, serta penyediaan minuman gratis yang dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi selama menunggu jadwal pelayanan. Kehadiran fasilitas ini terbukti mendukung kelancaran arus operasional terminal sekaligus meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa logistik.

Baca Juga: Perkuat Akses Perdagangan Surabaya–Tiongkok, Layanan SCJX X-Press Feeders Resmi Masuk TPK Teluk Lamong

Selain itu, guna mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas dan kebutuhan logistik yang terus meningkat, TTL secara berkelanjutan melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui penataan dan pengembangan layout yard yang lebih efektif.

Langkah taktis tersebut bertujuan memaksimalkan pemanfaatan area terminal tanpa mengurangi kelancaran proses bongkar muat, sekaligus mendukung percepatan arus barang dan penurunan waktu inap barang (dwelling time).

Di sisi lain, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur turut menyampaikan sejumlah masukan konstruktif demi kesempurnaan sistem di lapangan. Beberapa poin yang disuarakan antara lain peningkatan pengaturan slot pada sistem TBS, optimalisasi kebijakan toleransi waktu kedatangan truk, penyampaian informasi kondisi Yard Occupancy Ratio (YOR) secara berkala, pengembangan fitur notifikasi otomatis bagi pengguna jasa ketika truk memasuki area terminal, hingga percepatan proses pemeriksaan fisik dan dokumen impor yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Sosial, PT Terminal Teluk Lamong Sebar Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Gresik

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa seluruh usulan yang masuk akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan ke depan.

“Terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh usulan akan kami tindak lanjuti melalui kajian dan evaluasi bersama stakeholder terkait agar implementasinya dapat berjalan efektif, memberikan manfaat bagi pengguna jasa, serta tetap selaras dengan kebutuhan operasional dan kebijakan yang berlaku,” ujar David P. Sirait.

Lebih lanjut, David menegaskan bahwa keberhasilan transformasi layanan logistik tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara operator terminal, regulator, pelaku usaha logistik, pelayaran, serta asosiasi pengguna jasa.

“Transformasi layanan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kolaborasi dan masukan dari ALFI/ILFA memiliki nilai strategis bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat daya saing pelabuhan, dan memberikan nilai tambah bagi dunia usaha maupun perekonomian nasional,” tambahnya.. 

Baca Juga: Perkuat Komitmen Sosial, PT Terminal Teluk Lamong Sebar Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Gresik

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono. Pihaknya mengapresiasi berbagai langkah strategis yang telah dilakukan oleh PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan logistik.

Menurutnya, keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan para pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan.

“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, mulai dari implementasi Truck Booking System, penyediaan Green Shelter Waiting Area, hingga optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan. Forum seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana evaluasi dan koordinasi bersama. Dengan kolaborasi yang semakin erat, kami optimistis ekosistem logistik Jawa Timur akan semakin tangguh, kompetitif, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Sebastian Wibisono. (han) 

Editor : Hany Akasah
#surabaya #Forum #gresik #terminal teluk lamong #ttl