Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Program EAZI Pangkas Waktu Sandar 70 Persen, TPK Nilam Cetak Rekor Arus Petikemas Tertinggi di Tahun 2026

Hany Akasah • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:07 WIB
Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong mencatat hasil positif lewat implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration) di Pelabuhan Tanjung Perak. (Ist/Radar Gresik)
Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong mencatat hasil positif lewat implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration) di Pelabuhan Tanjung Perak. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola oleh PT Terminal Teluk Lamong (TTL) sukses mencatat rapor merah operasional yang berbuah manis lewat implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration).

Inovasi penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak yang digulirkan pada periode 23 April hingga 25 Mei 2026 tersebut terbukti ampuh mendongkrak efisiensi pelayanan kapal sekaligus memperluas kapasitas layanan terminal melalui optimalisasi pengelolaan area labuh secara masif.

Program EAZI ini lahir dari kolaborasi taktis antara operator terminal, pihak regulator, dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan demi menciptakan ekosistem pelayanan kapal yang jauh lebih cepat, terintegrasi, aman, dan efisien.

Baca Juga: Perebutan Kursi SMP Negeri di Gresik Memanas, 13 Ribu Calon Siswa Serbu SPMB Tahap Pertama

Melalui pengaturan pola labuh yang lebih rapi, program ini mampu memangkas waktu pergantian antar kapal atau ship to ship (STS) secara signifikan guna menyokong target produktivitas terminal di kawasan Tanjung Perak Surabaya.

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam selama masa implementasi, rata-rata waktu ship to ship yang sebelumnya memakan waktu berada pada kisaran 4 hingga 5 jam berhasil dipangkas secara drastis menjadi rata-rata hanya 1 jam 30 menit atau menghemat waktu hingga 70 persen.

Capaian terbaik tercatat pada pelayanan armada Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi pada 24 Mei 2026, di mana waktu tunggu STS mampu dituntaskan hanya dalam tempo 31 menit saja, sekaligus menorehkan rekor tercepat sepanjang sejarah implementasi EAZI.

Baca Juga: Pastikan Petugas Dapur Makan Bergizi Gratis Terlindungi, BPJS Kesehatan Gresik Beri Jaminan JKN

Akselerasi efisiensi tersebut otomatis berdampak linier terhadap kapasitas pelayanan tambatan terminal. Sebelum sistem EAZI diterapkan, TPK Nilam rata-rata hanya mampu melayani 14 kunjungan kapal per minggu. Namun pasca-penerapan program, angka kunjungan melonjak menjadi rata-rata 17 kapal per minggu atau mengalami kurva pertumbuhan positif sekitar 21 persen.

Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengutarakan bahwa Program EAZI merupakan salah satu manuver strategis korporasi dalam menghadirkan layanan yang makin efektif, produktif, serta berorientasi penuh pada kebutuhan nyata para pengguna jasa logistik laut.

"Implementasi Program EAZI menunjukkan dampak positif yang nyata terhadap produktivitas operasional TPK Nilam. Waktu ship to ship berhasil dipangkas secara signifikan dari 4–5 jam menjadi rata-rata hanya 1,5 jam. Efisiensi tersebut memberikan ruang bagi peningkatan jumlah kunjungan kapal sekaligus memperkuat kapasitas layanan terminal. Hasilnya, pada Mei 2026 TPK Nilam berhasil mencatat arus petikemas tertinggi sepanjang tahun ini dengan volume mencapai 49.685 TEUs," ujar pria yang akrab disapa Anto ini secara mendetail.

Baca Juga: Bekali Kemandirian Pascabebas, Warga Binaan Perempuan Rutan Gresik Dilatih Bikin Bolen Pisang

Menurut Anto, keberhasilan implementasi EAZI mengonfirmasi bahwa peningkatan kapasitas layanan pelabuhan modern tidak melulu harus ditempuh lewat jalur mahal seperti pembangunan fisik infrastruktur baru.

Hal tersebut sangat bisa dicapai melalui sentuhan inovasi operasional, komitmen kolaborasi lintas instansi, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang sudah ada.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Bidang P2 Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Arizal. Pihaknya mengapresiasi langkah berani TPK Nilam yang sukses melahirkan inovasi pelayanan dengan tetap mengedepankan aspek mutlak keselamatan, keamanan, dan kelancaran arus lalu lintas kapal.

Baca Juga: Borong Empat Penghargaan Olimpiade PAI Jatim, SD YIMI FDS Gresik Buktikan Mutu Sekolah Piloting PAIS Berkarakter

“Kami mengapresiasi hasil implementasi Program EAZI yang menunjukkan peningkatan efisiensi pelayanan kapal dan produktivitas terminal. Dari evaluasi yang dilakukan bersama, terlihat adanya percepatan waktu layanan serta peningkatan kapasitas pelayanan kapal. Ke depan, sejumlah aspek seperti akurasi informasi ETA kapal, sinkronisasi antar pemangku kepentingan, serta optimalisasi proses perencanaan dan perizinan labuh akan terus disempurnakan agar manfaat program ini semakin optimal dan berkelanjutan,” jelas Arizal memaparkan catatan evaluasi sistem ke depan.

Keberhasilan gemilang implementasi EAZI di TPK Nilam ini menjadi tonggak penting dalam mendukung peningkatan daya saing Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang utama urat nadi logistik di kawasan Indonesia Timur sekaligus penunjang efisiensi rantai pasok nasional.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa kesuksesan program ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) transformasi operasional yang tengah digulirkan manajemen secara berkelanjutan.

Baca Juga: Gagal Menyalip dari Kiri, Motor Pasutri Asal Kedamean Gresik Terlindas Truk Tronton

“Keberhasilan EAZI menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas layanan tidak selalu harus dilakukan melalui investasi infrastruktur baru, tetapi juga dapat dicapai melalui inovasi operasional, kolaborasi, dan pemanfaatan aset secara optimal. Program ini menjadi salah satu bukti komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berdaya saing guna mendukung kelancaran logistik nasional,” tegas David P. Sirait.

Melihat indikator kepuasan pasar yang positif, PT Terminal Teluk Lamong kini tengah bersiap melebarkan sayap dengan mengembangkan skema Program EAZI ke Terminal Petikemas Berlian.

Langkah ekspansi ini diharapkan mampu memperluas dampak positif dalam efektivitas tata kelola area labuh jangkar, mempercepat waktu tunggu sandar kapal (dwelling time), serta menstandardisasi layanan premium yang seragam bagi seluruh pengguna jasa di bawah naungan Pelindo Group. (han) 

Editor : Hany Akasah
#pelindo #surabaya #gresik #terminal teluk lamong #peti kemas