Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa

Hany Akasah • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:59 WIB
Kurs rupiah yang kecil di Google
Kurs rupiah yang kecil di Google

RADAR GRESIK - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan hebat hingga menembus level psikologis baru. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), kurs mata uang Garuda terpantau melemah tajam hingga menyentuh kisaran Rp 18.015,05 per dolar AS.

Kejatuhan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya. Pada penutupan Rabu (3/6/2026), data Bloomberg mencatat rupiah di pasar spot tumbang 127,5 poin (0,71%) ke level Rp 17.967 per dolar AS, memecahkan rekor sebagai posisi terlemah sepanjang sejarah.

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, ada kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri yang membuat nilai tukar rupiah kian memburuk.

Baca Juga: Perkuat Akses Perdagangan Surabaya–Tiongkok, Layanan SCJX X-Press Feeders Resmi Masuk TPK Teluk Lamong

Lonjakan Inflasi Domestik Inflasi Indonesia pada Mei 2026 merangkak naik ke angka 0,28% secara bulanan (mtm), lebih tinggi dari April yang sebesar 0,13%. Hal ini mengerek Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 menjadi 111,40, dengan inflasi tahunan mencapai 3,08%.

Faktor yang paling memengaruhi inflasi ini antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, tarif yang diatur pemerintah (administered prices), serta dampak langsung dari pelemahan rupiah itu sendiri.

Surpus Perdagangan yang Menyusut Tajam Meski Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan April 2026 masih surplus sebesar US$ 89,1 juta—memperpanjang rekor surplus 72 bulan berturut-turut—nilainya menyusut sangat drastis.

Baca Juga: Tembus 100 Persen, Haul Habib Abu Bakar Dongkrak Okupansi Hotel Santika Gresik

Surplus ini praktis hanya ditopang oleh sektor nonmigas yang mencetak US$ 3,53 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit berat akibat lonjakan harga minyak.

Ekskalasi Konflik Geopolitik di Timur Tengah Ketegangan global berada di titik kritis setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon Selatan. Situasi memanas karena Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain, yang dibalas oleh serangan pasukan AS ke Pulau Qeshm di Iran dekat Selat Hormuz.

Blokade Selat Hormuz oleh Garda Republik Iran mengganggu pasokan minyak global karena jalur ini mengalirkan seperlima konsumsi minyak dunia. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi global, yang mendorong spekulasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya lagi.

Baca Juga: Lautan Manusia Padati Puncak Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik

Menyikapi kondisi darurat ini, Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa penanganan stabilitas nilai tukar sepenuhnya berada di bawah jurisdiksi Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter. Purbaya menyatakan bahwa pihak pemerintah menyerahkan langkah awal kepada bank sentral dan akan terus memantau melalui rapat berkala yang normal.

Namun, KSSK memastikan siap menggelar rapat darurat segera jika ada permintaan langsung dari Gubernur BI untuk merespons perkembangan nilai tukar ini. Jika ada koordinasi yang bisa ditingkatkan untuk memperbaiki situasi, pemerintah dipastikan akan langsung bergerak mengambil tindakan.

Purbaya menilai bahwa pelemahan tajam dalam beberapa hari terakhir lebih didominasi oleh faktor sentimen pasar dan spekulasi sesaat, bukan karena rapuhnya fundamental ekonomi nasional.

Baca Juga: Kejar Target Infrastruktur, Pemkab Gresik Prioritaskan Percepatan Pembangunan Jalan Poros Desa

Ia juga membantah rumor yang beredar bahwa dirinya telah menginstruksikan perbankan untuk melakukan uji ketahanan (stress test) atas skenario rupiah di atas Rp 18.000. Saat ini, pemerintah memilih fokus memperkuat fondasi riil ekonomi domestik agar rupiah dapat kembali menguat dalam jangka panjang. (nov/rir)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #Purbaya Yudhi Sadewa #gresik #Menkeu #dolar