Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Muswil Persatuan Insinyur Indonesia Jatim Digelar Besok, Ini Harapan dan Cita-cita Besar PII Gresik

Cak Fir • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:22 WIB

 

Ketua PII Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar (kanan).
Ketua PII Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar (kanan).

Kebomas – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PII Jawa Timur yang akan berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Kota Malang.

Forum tersebut dinilai strategis dalam memperkuat peran profesi insinyur untuk mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketua PII Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar menilai Muswil bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum konsolidasi keinsinyuran dalam menjawab tantangan pembangunan nasional berbasis nilai tambah industri.

“Ini adalah hajatan besar bagi para insinyur di Jawa Timur. Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Wilayah nanti, kami berharap dapat merangkul seluruh potensi insinyur yang ada di Gresik. Gresik adalah kawasan industri strategis, pusat hilirisasi, dan laboratorium raksasa bagi implementasi Nawa Cita Presiden Prabowo. Sudah seharusnya insinyur menjadi aktor utama di sini,” kata Awang.

Menurutnya, arah pembangunan nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo memberikan ruang besar bagi profesi insinyur untuk mengambil peran lebih dominan, khususnya dalam penguatan sektor hilirisasi sumber daya alam, industrialisasi berbasis teknologi, serta pembangunan ekosistem industri berkelanjutan.

Awang menilai sejumlah program prioritas nasional memiliki keterkaitan erat dengan bidang keinsinyuran, mulai dari swasembada pangan, energi, dan air, penguatan pendidikan dan teknologi, hingga transformasi industri berbasis pengolahan sumber daya alam.

Ia menyebut Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan strategis yang merepresentasikan implementasi kebijakan hilirisasi nasional. Keberadaan kawasan industri terpadu seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), smelter, industri petrokimia, hingga infrastruktur pelabuhan dinilai menjadi simpul penting dalam rantai industrialisasi nasional.

“Apa yang dicita-citakan Presiden Prabowo sangat konkret. Presiden tidak ingin sumber daya alam kita diekspor mentah-mentah. Harus ada nilai tambah, harus disulap menjadi produk setengah jadi atau jadi. Itu pekerjaan insinyur," imbuhnya.

Awang mencontohkan, untuk mengolah nikel menjadi baja anti karat, mengubah tembaga menjadi komponen kelistrikan, bahkan mengelola gas bumi menjadi petrokimia membutuhkan keahlian insinyur teknik metalurgi, mesin, elektro, kimia dan sipil. Untuk itu, PII harus menjadi mitra utama pemerintah dalam menyediakan talenta dan solusi teknik.

Dalam momentum pemilihan Ketua PII Wilayah Jawa Timur periode 2026–2029, Awang juga menyampaikan sejumlah harapan terhadap kepemimpinan baru organisasi profesi tersebut. Ia menekankan pentingnya figur pemimpin yang memiliki visi industrialisasi jangka panjang dan memahami potensi strategis daerah-daerah industri di Jawa Timur.

Selain itu, ia menilai kepemimpinan PII ke depan harus memiliki kapasitas advokasi yang kuat terhadap implementasi Undang-Undang Keinsinyuran, termasuk memastikan profesi insinyur memperoleh posisi strategis dalam proyek-proyek pembangunan dan infrastruktur nasional.

Aspek regenerasi juga menjadi perhatian. Menurut Awang, organisasi profesi harus mampu mengakomodasi potensi generasi milenial dan Gen Z agar profesi insinyur tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

“Kami titip pesan untuk Ketua Wilayah PII Jatim yang baru nanti. Gresik harus menjadi mitra utama. Kami punya sumber daya manusia yang siap disumpah menjadi Insinyur Profesional (IP) dan Asean Engineer. Jangan biarkan insinyur kita hanya menjadi penonton di balik pagar pabrik. Tempatkan kami di garda terdepan, di ruang kendali, di meja perencanaan. Kami ingin membangun negeri ini, sesuai dengan tema Muswil, Membangun Negeri,” tutup Awang.

Sebagai informasi, Muswil PII Jawa Timur 2026 akan diikuti sejumlah delegasi insinyur dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tiga nama yang masuk dalam bursa calon Ketua PII Wilayah Jawa Timur periode 2026–2029 yakni Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, Bambang Sujanarko, dan Muhammad Sigit Darmawan.

Editor : Cak Fir
#pii #jatim #gresik #Insinyur