Pangkas Waktu Tunggu Kapal hingga 50 Persen, KSOP Tanjung Perak dan PT TTL Uji Coba Layanan EAZI

Hany Akasah • Dipublikasikan Minggu, 26 April 2026 | 06:23 WIB
Uji CobaEAZI: Kapal MV Minas Baru saat melakukan uji coba sandar menggunakan skema Zona Labuh 2 (EAZI) di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai upaya memangkas waktu tunggu. (Ist/Radar Gresik)
Uji CobaEAZI: Kapal MV Minas Baru saat melakukan uji coba sandar menggunakan skema Zona Labuh 2 (EAZI) di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai upaya memangkas waktu tunggu. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Upaya meningkatkan efisiensi logistik di gerbang maritim Jawa Timur terus dipacu. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak Surabaya bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi melaksanakan uji coba penataan Zona Labuh 2, Sabtu (25/4).

Program ini merupakan bagian dari implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) yang bertujuan menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih terjadwal, terintegrasi, serta menjamin keselamatan navigasi.

Baca Juga: Songsong Era Digital, Terminal Teluk Lamong Integrasikan AI untuk Strategi Humas yang Presisi dan Cepat

Pilot project ini dilaksanakan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) dan akan dilanjutkan ke Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian).

Melalui skema baru ini, kapal berukuran di atas 4000 GT dengan panjang maksimal (LOA) 150 meter tidak lagi perlu menunggu di area labuh luar.

Sistem ini didukung penuh oleh platform digital Inaportnet yang terintegrasi dengan Portal Perak Extended (KSOP) dan Phinisi (Pelindo). Dengan integrasi ini, perencanaan kedatangan kapal (Estimated Time of Arrival) menjadi lebih presisi.

Baca Juga: Wujudkan Pelabuhan Masa Depan, Terminal Teluk Lamong Gandeng Kebun Raya Purwodadi Perkuat Ekosistem Hijau

Targetnya pun ambisius, waktu tunggu kapal yang semula rata-rata 4–6 jam ditekan signifikan menjadi hanya sekitar 2 jam, bahkan kurang.

Dalam operasional riil, MV Minas Baru terpilih sebagai kapal pertama yang mencoba sistem ini. Kapal tersebut terpantau memasuki zona EAZI dan lego jangkar pada pukul 13.42 WIB. Hanya dalam waktu sekitar satu jam, kapal sudah bisa melakukan manuver sandar pada pukul 15.50 WIB.

Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyatakan bahwa penerapan EAZI terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan plotting kapal.

Baca Juga: Sinergi TTL dan KSOP Utama Tanjung Perak Hadirkan EAZI: Transformasi Digital untuk Pangkas Waktu Sandar Kapal

“Keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi koordinasi antara unsur KSOPU Tanjung Perak, Pandu, VTS, dan PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan selaras dengan SOP, sehingga secara signifikan meningkatkan kelancaran aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak,” jelas Agustinus.

Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menambahkan bahwa penataan zona labuh ini bukan sekadar soal kecepatan, melainkan juga kepastian layanan dan keselamatan bagi pengguna jasa.

"Ini langkah penting dalam transformasi layanan kepelabuhanan. Pengaturan pergerakan kapal yang terstruktur mengurangi kepadatan dan potensi gangguan lalu lintas di alur pelayaran," ujarnya.

Baca Juga: Kampung Hidroponik Berjaya, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan TJSL di Berita Jatim Award 2026

Sinergi antara regulator dan operator pelabuhan ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan pelabuhan utama di Indonesia.

Evaluasi berkelanjutan akan terus dilakukan sebelum sistem ini diterapkan secara penuh untuk mendongkrak daya saing sektor logistik nasional di tingkat global. (han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
tanjung perak surabaya gresik terminal teluk lamong ksop