Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Wujudkan Pelabuhan Masa Depan, Terminal Teluk Lamong Gandeng Kebun Raya Purwodadi Perkuat Ekosistem Hijau

Hany Akasah • Kamis, 23 April 2026 | 19:54 WIB
Green Port: Tim peneliti dari BRIN Kebun Raya Purwodadi saat meninjau area Greenhouse PT Terminal Teluk Lamong guna memperkuat keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan. (Ist/Radar Gresik)
Green Port: Tim peneliti dari BRIN Kebun Raya Purwodadi saat meninjau area Greenhouse PT Terminal Teluk Lamong guna memperkuat keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mempertegas komitmennya sebagai pelopor pelabuhan ramah lingkungan (green port).

Terbaru, anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi untuk menginisiasi peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan operasional pelabuhan, Kamis (23/4).

Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Utama PT TTL ini bertujuan untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan ke dalam operasional bisnis secara ilmiah. Program ini mencakup perlindungan ekosistem pesisir, pemetaan area konservasi prioritas, hingga pengembangan metodologi penghitungan serapan karbon berbasis vegetasi.

Baca Juga: Kampung Hidroponik Berjaya, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan TJSL di Berita Jatim Award 2026

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa pelabuhan masa depan tidak boleh hanya mengejar kinerja operasional, tetapi wajib selaras dengan kelestarian ekosistem.

“Sinergi dengan Kebun Raya Purwodadi diharapkan mampu menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif. Kami ingin menjaga keseimbangan antara aktivitas logistik yang padat dengan peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan,” jelas Syaiful Anam.

TTL secara konsisten telah menerapkan teknologi eco-engineering, mulai dari restorasi mangrove hingga penanaman pohon anti-polutan. Selain itu, TTL juga telah menjalankan program Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur alur truk guna mencegah kemacetan yang memicu polusi karbon berlebih.

Baca Juga: Perkuat Logistik Nasional, Kinerja PT Terminal Teluk Lamong Tumbuh 4,5 Persen di Awal Tahun

“Kami menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance) untuk menjawab tantangan global dalam menghadapi perubahan iklim. Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan emisi karbon nasional,” tambah Syaiful.

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti Kebun Raya Purwodadi meninjau langsung area Greenhouse dan ruang terbuka hijau di sepanjang pelabuhan yang dipenuhi tanaman hias, buah-buahan, hingga pohon pelindung.

Perwakilan tim peneliti Kebun Raya Purwodadi, Titut Yulistyarini, mengapresiasi langkah TTL. Pihaknya akan melakukan kajian mendalam untuk menentukan jenis tanaman yang paling adaptif dengan kondisi lingkungan pelabuhan yang cenderung ekstrem.

Baca Juga: Perkuat Transformasi Digital, PT Terminal Teluk Lamong Gembleng 30 Pegawai Lewat Pelatihan CTO

“Kami akan melakukan kajian komprehensif, termasuk potensi serapan karbon dari setiap jenis tanaman yang ada di sini. Dukungan data dan inovasi teknologi sangat penting untuk memastikan ekosistem pelabuhan tetap sehat dan mendukung keanekaragaman hayati,” pungkasnya. (han) 

Editor : Hany Akasah
#teluk lamong #Green Port #surabaya #gresik #BRIN