Manyar – Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan industri berbasis energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, ke fasilitas produksi Xinyi Solar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Jumat (17/04).
Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk meninjau secara langsung perkembangan investasi serta kesiapan infrastruktur energi yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung operasional industri berbasis energi bersih.
Dalam kegiatan tersebut, Wamen ESDM didampingi Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiyani Dewi, Administrator KEK Gresik Ibnu Sina, serta jajaran manajemen kawasan dan perwakilan Kementerian ESDM.
Peninjauan difokuskan pada fasilitas produksi Xinyi Solar Indonesia, perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang merupakan bagian dari Xinyi Glass Group. Perusahaan ini berperan dalam rantai pasok industri fotovoltaik melalui produksi kaca panel surya yang menjadi komponen utama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Selain melakukan observasi lapangan terhadap proses produksi dan fasilitas pendukung, agenda kunjungan juga mencakup dialog konstruktif antara pemerintah dan manajemen Xinyi Glass Group.
Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek strategis, khususnya terkait rencana ekspansi investasi serta kebutuhan penyediaan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan guna menjamin kesinambungan operasional industri.
Dalam perspektif ekonomi industri, ketersediaan energi dengan tingkat keandalan tinggi dan biaya kompetitif merupakan determinan utama dalam meningkatkan daya tarik investasi. Oleh karena itu, penguatan sistem penyediaan energi di kawasan industri seperti KEK Gresik menjadi faktor krusial dalam membangun ekosistem industri yang berdaya saing global.
General Manager Investment Development Xinyi, Cheng Gang menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap tahapan produksi. Upaya ini tidak hanya mendukung kebijakan hilirisasi industri, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah domestik serta penguatan struktur industri nasional.
Produk kaca panel surya yang dihasilkan Xinyi Solar Indonesia memiliki relevansi strategis dalam mendukung target pengembangan PLTS nasional yang diproyeksikan mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW).
Keberadaan industri hulu ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen sekaligus mempercepat terbentuknya rantai pasok energi terbarukan yang terintegrasi di dalam negeri.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyambut positif komitmen investasi. Dia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang adaptif dan berkelanjutan.
"Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mendorong transformasi ekonomi menuju model pembangunan rendah karbon," kata dia.
Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa pertumbuhan investasi industri berjalan secara paralel dengan penguatan infrastruktur energi, sehingga mampu menciptakan stabilitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi nasional. (fir)
Editor : Cak Fir