RADAR GRESIK – Komunitas tHReshold menggelar acara "Morning Coffee: Networking & Halal Bihalal" di Fuku Coffee Lab, Gresik, pada Minggu (12/4).
Mengusung konsep santai, acara ini menjadi wadah terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun koneksi sekaligus membuka pintu bagi potensi kolaborasi profesional dari berbagai kalangan untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman dan solusi serta mempererat silaturahmi di tengah dinamika dunia kerja saat ini.
Retno Pratiwi, pendiri sekaligus penggerak komunitas tHReshold di Kabupaten Gresik, menceritakan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan akan kurangnya wadah diskusi bagi para praktisi HR muda di Gresik.
Baca Juga: Stadion Gejos Jadi Venue Piala AFF U-17, Polres Gresik Terjunkan 450 Personel Pengamanan
“Awal mulanya berawal dari saya dan teman yang sama-sama di HRD. Kami merasa di Surabaya sudah ada komunitas serupa, namun levelnya lebih ke senior. Akhirnya kami coba iseng bikin di Gresik, ternyata antusiasmenya luar biasa," ungkap Retno.
Tak disangka, minat yang awalnya hanya datang dari kalangan HRD, kini meluas hingga mencakup berbagai latar belakang pekerjaan, seperti Quality Management System (QMS), Quality Assurance (QA), bagian produksi, hingga para pemilik bisnis (business owner) dan Marketing. Nama "tHReshold" sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Retno menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna filosofis yang dalam.
"THReshold itu artinya ambang batas, dan di tengahnya ada kata 'HR'. Kenapa diambil itu? Karena filosofinya adalah break the wall. Kita tidak mau terkungkung di satu kotak saja. Dengan berbagi pengalaman dengan industri lain, kita bisa mendapatkan perspektif baru yang sangat berharga," tambahnya.
Baca Juga: Gresik Menuju Kabupaten Pangan Aman, Bupati Yani Dorong BBPOM Buka Klinik Izin Edar di MPP
Hingga saat ini, komunitas tHReshold telah merambah ke berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, hingga Malang dengan karakteristik anggota yang beragam. Menariknya, seluruh kegiatan di komunitas ini sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Retno menegaskan bahwa ia berkomitmen menjaga agar komunitas ini tetap menjadi ruang yang inklusif tanpa komersialisasi.
"Memang saya merintis ini agar teman-teman yang biasanya hanya berinteraksi secara online bisa bertemu secara offline. Tidak ada niat menarik keuntungan sepeser pun. Saya tidak ingin komunitas ini dijadikan target pemasaran yang merugikan anggota," tegas Retno.
Dalam acara tersebut, turut hadir Wilson Huang yang merupakan Junior Trainer dari Business Wisdom Institute yang memperkenalkan Kartu Alpha smart sebagai perangkat inovatif untuk menunjang proses pelatihan, coaching, hingga refleksi diri.
Baca Juga: Skandal SK ASN Palsu di Pemkab Gresik: ASN Aktif dan Mantan ASN Terlibat, Korban Capai 14 Orang
Wilson menjelaskan bahwa kartu ini dirancang sebagai alat bantu untuk memantik inspirasi serta membantu individu menemukan jawaban atas tantangan yang sedang mereka hadapi dari dalam diri sendiri, sehingga proses pengembangan potensi menjadi lebih efektif dan personal.
Kolaborasi perdana antara Alpha smart dan komunitas tHReshold ini disambut dengan antusiasme yang tinggi. Wilson berharap bahwa melalui penggunaan kartu ini, perusahaan tidak hanya fokus pada pembenahan sistem, tetapi juga mulai membangun budaya yang mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia secara mendalam.
"Intinya, ini adalah alat untuk refleksi di mana jawabannya sudah ada dalam diri sendiri. Kartu ini yang memantik supaya kita bisa mengeluarkan jawaban dari tantangan yang dihadapi. Harapannya, alat ini bisa lebih sering digunakan di perusahaan maupun lingkungan rekan-rekan agar SDM diberikan fasilitas untuk mengembangkan diri." Ucap Wilson Huang.
Dalam sesi refleksi menggunakan kartu Alpha Smart, Desta yang merupakan salah satu anggota tHReshold menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu berorientasi pada kesempurnaan hasil dan sering merasa gagal ketika targetnya tidak tercapai sesuai rencana.
Sebagai seorang profesional di bidang teknik yang inovatif, ia mengakui bahwa tantangan terbesarnya adalah mengelola rasa frustrasi saat keberuntungan tidak berpihak padanya. Namun, melalui proses refleksi ini, ia akhirnya memaknai bahwa setiap kegagalan dan dinamika yang ia lalui adalah sebuah perjalanan berharga yang tidak dimiliki setiap orang, sekaligus menjadi rezeki yang patut disyukuri.
"Sukses adalah kemampuan melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme." ucap Desta sambil membacakan satu kartu kejutan Alpha Smart di akhir sesi refleksi.
Ke depannya, tHReshold berencana untuk terus memperluas jangkauan manfaatnya. Meskipun kini banyak platform profesional yang mendekat untuk mengakomodasi kelas berbagi ilmu (sharing knowledge), Retno tetap memastikan bahwa setiap kolaborasi yang dilakukan harus memberikan manfaat langsung bagi para anggotanya.
“Saya tidak ingin komunitas ini dijadikan target yang merugikan anggota tHReshold . Ketika berkolaborasi setidaknya ada manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh semua anggota, sehingga ini jadi wadah berkah untuk semuanya,” Pungkas Retno (nov/han)
Editor : Hany Akasah