Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

SPBU Gresik Alami Lonjakan Konsumsi, Pertamina Tegaskan Stok Tetap Aman

Cak Fir • Rabu, 1 April 2026 | 16:21 WIB
Habis : Pengelola SPBU K3PG melakukan pengaturan kendaraan yang datang untuk mengisi BBM.
Habis : Pengelola SPBU K3PG melakukan pengaturan kendaraan yang datang untuk mengisi BBM.

Kebomas – Dinamika konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Gresik dalam dua hari terakhir menunjukkan adanya peningkatan permintaan. Baik BBM jenis subsidi maupu  non-subsidi di tingkat SPBU.  Meski demikian Kementrian ESDM memastikan kondisi stok energi secara regional masih dalam kategori aman.

Seperti yang terlihat di SPBU K3PG Petrokimia Gresik mencerminkan adanya lonjakan konsumsi, khususnya pada BBM non-subsidi.

Penanggung jawab SPBU, Dani Setiawan, mengungkapkan bahwa penyaluran Pertamax tercatat mencapai 16 kiloliter (KL), sementara Pertamax Turbo sebesar 8 KL.

“Untuk Pertamax sekitar 16 KL dan Turbo 8 KL. Memang ada peningkatan pembelian dalam jumlah besar,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, konsumsi BBM di SPBU K3PG berada pada kisaran 9–10 KL per hari untuk Pertalite, sekitar 5 KL untuk Pertamax, dan 10 KL untuk Bio Solar. Namun, pada malam sebelumnya, terjadi lonjakan signifikan di mana konsumsi Pertamax mencapai 13 KL, atau lebih dari dua kali lipat rata-rata harian.

“Biasanya 5 KL, tapi semalam bisa sampai 13 KL,” tambah Dani.

Ia menilai lonjakan tersebut tidak lepas dari fenomena panic buying di masyarakat yang mendorong pembelian di luar kebutuhan normal. Langkah ini membuat SPBU yang dia kelola sempat menutup operasional selama beberapa jam.

Menanggapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Area Manager Communication, Relations, dan CSR, Ahad Rahedi, menegaskan secara agregat tidak terdapat lonjakan konsumsi BBM yang signifikan di wilayah Gresik.

“Peningkatan konsumsi di wilayah Gresik masih dalam rata-rata normal harian, tidak ada lonjakan secara signifikan,” ujarnya.

Ahad menjelaskan, kejadian kekosongan stok di sejumlah SPBU lebih disebabkan oleh faktor distribusi yang bersifat teknis dan temporer, seperti menunggu suplai dari terminal BBM.

“Kami akan cek SPBU yang disampaikan kehabisan stok, kemungkinan saat ini menunggu pengiriman dari terminal,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi stok energi, baik BBM, LPG, maupun avtur di wilayah Jawa Timur dalam posisi aman dan mencukupi.

“Kondisi stok energi di wilayah Jatim dalam posisi terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ahad menambahkan Pertamina telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan.

“Kami berkoordinasi dengan APH untuk memastikan penggunaan BBM, terutama yang bersubsidi, tepat sasaran dan tidak diperjualbelikan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi operasional SPBU, pihaknyabmemastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan pembatasan pembelian BBM di SPBU. 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan konsumsi BBM secara rasional dan sesuai kebutuhan. Pembelian dalam jumlah berlebih dinilai berpotensi mempercepat penurunan stok di tingkat SPBU yang pada akhirnya dapat memicu persepsi kelangkaan di tengah kondisi pasokan yang sebenarnya masih terjaga. (fir)

Editor : Cak Fir
#SPBU #Pertamina #Harga #BBM #K3PG