Ekonomi & Bisnis Features Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kota Gresik Lifestyle Moncer Seru Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro Politika Sosial Sport & Health

KEK Gresik Serap 30 Persen Investasi KEK Nasional, Nilainya Tembus Rp106,3 Triliun

Muhammad Firman Syah • 2026-03-18 21:54:40
Hingga 2025, kawasan ini mencatat serapan investasi sebesar Rp106,3 triliun atau sekitar 30 persen dari total investasi di seluruh KEK Indonesia yang mencapai Rp336 triliun.
Hingga 2025, kawasan ini mencatat serapan investasi sebesar Rp106,3 triliun atau sekitar 30 persen dari total investasi di seluruh KEK Indonesia yang mencapai Rp336 triliun.

 

GRESIK – Kinerja investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menunjukkan kontribusi dominan terhadap realisasi investasi KEK secara nasional. Hingga 2025, kawasan ini mencatat serapan investasi sebesar Rp106,3 triliun atau sekitar 30 persen dari total investasi di seluruh KEK Indonesia yang mencapai Rp336 triliun.

Capaian tersebut mempertegas posisi KEK Gresik sebagai salah satu hub industri strategis nasional, khususnya dalam mendorong hilirisasi sektor industri serta penguatan rantai pasok domestik.

Baca Juga: Ciptakan Tenaga Kerja Kompeten, Warga Sekitar KEK JIIPE Gresik Dibekali Pelatihan Teknisi dan Menjahit

External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan realisasi investasi tersebut merupakan akumulasi periode 2021–2025. Adapun sebelum penetapan kawasan sebagai KEK, Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) telah lebih dulu mencatat investasi senilai Rp5,2 triliun.

“Secara akumulatif, total investasi sebelum dan sesudah penetapan KEK mencapai Rp111,5 triliun,” ujarnya.

Selain mendorong arus investasi, keberadaan KEK Gresik juga berdampak terhadap indikator pembangunan daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik meningkat dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025.

Baca Juga: Dukung Keselamatan Jalan Nasional, KEK Gresik (JIIPE) Aktifkan APILL di Akses Utama Kawasan

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik juga mengalami penurunan signifikan dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir, seiring bertambahnya kapasitas industri dan penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut.

Roro menambahkan, pengembangan KEK Gresik tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan investasi, tetapi juga pada implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur sosial.

“Program CSR kami dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan industri,” katanya.

 

Dengan kontribusi investasi yang mendekati sepertiga dari total nasional, KEK Gresik dinilai terus memperkuat perannya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi, baik di level regional maupun nasional.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah dinamika global.

“Indikator makro menunjukkan kondisi yang cukup solid. Inflasi tetap terkendali, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di atas level 53, salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Industri, Bank Mandiri Resmikan KCP Gresik JIIPE Berkonsep Smart Branch

Ia menambahkan, indikator lain seperti indeks keyakinan konsumen, kinerja sektor ritel, serta daya beli masyarakat juga menunjukkan tren positif yang mencerminkan ketahanan ekonomi domestik.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menilai secara nasional KEK terus menunjukkan efektivitas sebagai instrumen kebijakan dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp82,6 triliun atau sekitar 98 persen dari target. Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan KEK mampu menyerap 88.541 tenaga kerja, melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

“Hal ini menunjukkan KEK semakin efektif sebagai instrumen untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah,” jelasnya.

Baca Juga: JIIPE Bakal Bangun Jalan Utama Tembus ke Pelabuhan Gresik

Kajian Prospera bersama LPEM Universitas Indonesia juga menunjukkan wilayah yang memiliki KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK. Penyerapan tenaga kerja tercatat 52 persen lebih besar, sementara pada KEK industri, realisasi investasi asing langsung (FDI) dapat mencapai 179 persen lebih tinggi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, menegaskan KEK berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja.

 

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029, dengan KEK menjadi salah satu motor penggerak utama.

“Kami terus meningkatkan kualitas pendataan di KEK guna mendukung penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih akurat,” katanya.

Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan media, Dewan Nasional KEK berharap pemahaman publik terhadap peran strategis KEK semakin meningkat, terutama dalam mendorong investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta transformasi ekonomi nasional.

Editor : Muhammad Firman Syah
#Smelter #KEK Gresik #Freeport #manyar #JIIPE #Investasi