RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama regulator dan pemangku kepentingan kepelabuhanan resmi meluncurkan langkah strategis untuk mempercepat arus logistik nasional.
Melalui penandatanganan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penataan Zona Labuh 2 Tanjung Perak pada Selasa (24/2), diperkenalkan inovasi layanan bernama EAZI (Express Anchorage Zone Service).
Kolaborasi ini melibatkan KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, Distrik Navigasi, serta entitas Pelindo Group guna merespons pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang menuntut efisiensi layanan pelabuhan lebih tinggi.
Layanan EAZI diimplementasikan secara terintegrasi pada tiga terminal utama yang dikelola TTL, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.
Inovasi ini menyasar kapal domestik dengan spesifikasi tertentu. Dimana diprioritaskan kapal dengan panjang maksimal (LOA) 150 meter dengan target efisiensi memangkas waktu transisi kapal dari 4–6 jam menjadi maksimal 2 jam saja.
Selain itu juga segi keamanan wajib mengaktifkan Automatic Identification System (AIS) dan mematuhi zona navigasi ketat.
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menekankan bahwa penataan ini krusial untuk memperlancar arus barang di pintu utama perdagangan Jawa Timur.
“Penataan Zona Labuh 2 merupakan langkah penting dalam inovasi layanan kepelabuhanan untuk memperlancar arus barang, mengingat Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pintu utama perdagangan di Jawa Timur,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan EAZI adalah buah dari kolaborasi lintas sektoral.
“Optimalisasi Zona Labuh 2 melalui EAZI merupakan wujud nyata sinergi antara regulator, operator terminal, kepanduan, serta entitas di lingkungan Pelindo Group. Kolaborasi ini mencerminkan transformasi layanan maritim yang mengedepankan integrasi, koordinasi, serta standar operasional yang jelas dan terukur,” jelas David.
Langkah optimalisasi ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,33% sepanjang 2025. Kenaikan volume bongkar muat domestik yang mencapai 17,09% menuntut manajemen ruang laut yang lebih cerdas dan responsif.
Dengan hadirnya EAZI, PT Terminal Teluk Lamong optimis dapat memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai hub logistik utama Indonesia Timur sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok nasional. (han)
Editor : Hany Akasah