RADAR GRESIK – Pemerintah Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali menyemarakkan bulan suci dengan menggelar Buyos Festival Ramadan Vol. 3.
Agenda tahunan yang telah menjadi ikon desa ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dan berlangsung mulai tanggal 19 Februari hingga 17 Maret 2026, atau bertepatan dengan tanggal 1 hingga 27 Ramadan 1447 H. Setiap harinya, aktivitas festival dimulai pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
Lokasi bazaar yang bertempat di halaman depan Jalan Jakarta, atau tepatnya di GKB Convex, dipilih karena letaknya yang sangat strategis dan mudah dijangkau. Pemilihan lokasi ini terbukti efektif; sejak hari pertama pembukaan, area bazaar langsung dipadati oleh pengunjung yang antusias berburu takjil serta aneka kuliner khas Ramadan.
Baca Juga: Geliat Ekonomi Kelurahan Trate, TTM Volume 4 Resmi Dibuka, Hadirkan 130 UMKM dan Outlet Trate Rasa
Sebanyak 40 stan turut memeriahkan festival tahun ini dengan menawarkan beragam hidangan autentik. Para pengunjung dapat menjumpai berbagai pilihan mulai dari pempek khas Palembang, dawet Blauran, dimsum, bolu ketan hitam, hingga es teler yang menyegarkan.
Meski ramai, suasana bazaar tetap tertata rapi, ditambah dengan dukungan cuaca yang cerah serta hiburan musik langsung yang semakin menghidupkan suasana sore hari di lokasi tersebut.
Kepala Desa Yosowilangun, H. Abdur Rosyid, menyampaikan bahwa festival yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya merupakan wadah penting bagi warga untuk memamerkan potensi usaha mereka. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri bagi para pelaku usaha mikro.
Baca Juga: Bus Trans Jatim Terlibat Kecelakaan Beruntun di Sidayu Gresik
“Semoga bazaar ini dapat menjadi tolok ukur pergerakan perekonomian di desa. Kami ingin mendorong keberanian masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang masih merintis, agar percaya diri dan ikut berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi,” tutur H. Abdur Rosyid.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk peran aktif dari pengurus RT dan RW.
Tujuannya adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkenalkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Dalam hal partisipasi, panitia menerapkan sistem pendaftaran dengan dua kategori. Peserta khusus warga Desa Yosowilangun dikenakan biaya sebesar Rp300.000 per stan, sementara untuk peserta umum dipatok biaya Rp400.000 per stan untuk seluruh periode pelaksanaan festival.
Baca Juga: Penguatan Jejaring Tempat Penitipan Anak, Forum Tarasya di Gresik Resmi Dibentuk
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan partisipasi pelaku usaha, Buyos Festival Ramadhan Vol. 3 diharapkan tidak sekadar menjadi pusat kuliner musiman, tetapi mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi penguatan roda perekonomian di Desa Yosowilangun. (za/rir)
Editor : Hany Akasah