Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

PT Garam Tanam Investasi Rp3 Triliun Bangun Industri Garam Berteknologi MVR di Gresik dan Madura

Muhammad Firman Syah • Jumat, 6 Februari 2026 | 19:04 WIB

 

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose.
Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose.

Kebomas – PT Garam (Persero) memulai pembangunan sejumlah fasilitas industri garam berbasis teknologi modern sebagai bagian dari transformasi model bisnis dan upaya memperkuat pasokan garam industri dalam negeri. Tiga proyek strategis yang mulai dibangun di Kebomas dan Manyar Gresik serta di Kabupaten Sampang, Madura, memiliki total nilai investasi lebih dari Rp3 triliun.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose mengatakan, pembangunan ini merupakan langkah struktural untuk menggeser posisi PT Garam dari produsen berbasis komoditas menjadi industri garam terintegrasi yang berorientasi pada nilai tambah dan daya saing jangka panjang.

“Proyek ini menandai langkah nyata transformasi industri nasional dan mendukung swasembada garam nasional,” ujar Abraham disela-sela kegiatan pembangunan proyek pabrik garam olahan PT Garam di Kebomas Gresik, Jumat (06/02).

Dikatakan, pembangunan pabrik garam bahan baku industri di Panarengan, Kabupaten Sampang, Madura berkapasitas produksi sekitar 200 ribu ton per tahun. Proyek senilai sekitar Rp2 triliun ini menggunakan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) dan dijalankan melalui skema kerja sama operasi antara PT Putra Arga Binangun dan China Chemical Engineering Indonesia. Abraham menegaskan, penerapan teknologi MVR menjadi kunci peningkatan efisiensi produksi.

“Teknologi MVR memungkinkan proses produksi yang lebih hemat energi dan air, sekaligus menghasilkan garam industri dengan standar kemurnian yang dibutuhkan sektor industri,” katanya.

Selain di Sampang, PT Garam juga membangun pabrik garam industri berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Manyar, Gresik, melalui kerja sama strategis dengan Unilever. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan rantai pasok industri hulu dan hilir, khususnya dalam pemenuhan bahan baku industri makanan dan kebutuhan nonpangan.

Di sisi hilir, PT Garam juga membangun pabrik industri garam olahan di Segoromadu, Kebomas, Gresik dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun dan nilai investasi sekitar Rp112 miliar. Fasilitas ini dirancang untuk memperluas portofolio produk bernilai tambah sekaligus menyerap tenaga kerja.

Jika seluruh proyek beroperasi penuh, tambahan kapasitas produksi PT Garam diperkirakan mencapai sekitar 380 ribu ton per tahun. Tambahan ini diharapkan dapat memperbaiki struktur pasokan garam industri nasional dan menekan ketergantungan impor dalam jangka menengah.

Lebih lanjut, Abraham menuturkan, di luar tiga proyek yang telah dimulai, PT Garam juga menyiapkan tujuh proyek strategis lanjutan yang ditargetkan memasuki tahap pembangunan pada tahun ini. Proyek-proyek tersebut akan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur, Sumenep, dan Balikpapan, dengan fokus pada pengembangan garam industri dan produk turunan.

Dibagian lain, CEO Danantara, Roesan Ruslani menilai proyek-proyek tersebut sebagai langkah konkret dalam mendukung agenda hilirisasi nasional.

“Investasi ini bukan hanya soal menambah kapasitas, tetapi membangun fondasi industri yang berkelanjutan dan kompetitif,” kata Roesan. (fir)

 

Editor : Cak Fir
#ID Food #Produsen #garam #Industri