Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Freeport Indonesia Kenalkan Apartemen Kepiting Sebagai Solusi Dongkrak Produktivitas Nelayan

Muhammad Firman Syah • Kamis, 18 Desember 2025 | 02:22 WIB
30 nelayan mengikuti Pelatihan Pembuatan Apartemen Kepiting yang digelar di Balai Nelayan Desa Sidomukti, Kecamatan Manyar oleh Pat Freeport Indonesia.
30 nelayan mengikuti Pelatihan Pembuatan Apartemen Kepiting yang digelar di Balai Nelayan Desa Sidomukti, Kecamatan Manyar oleh Pat Freeport Indonesia.

Manyar- PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkenalkan konsep apartemen kepiting kepada puluhan nelayan di Kabupaten Gresik. Konsep ini menjadi solusi alternatif usaha yang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Sedikitnya 30 nelayan mengikuti Pelatihan Pembuatan Apartemen Kepiting yang digelar di Balai Nelayan Desa Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kamis (4/12). Pelatihan ini diikuti nelayan dari Desa Manyarejo, Sidomukti, dan Sidorukun.

Adapun materi yang diberikan mencakup teknik pembuatan apartemen kepiting, metode penggemukan, pengelolaan pakan, hingga pemantauan kondisi biota. Peserta juga mengikuti praktik langsung sebagai bagian dari penguatan keterampilan aplikatif.

Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, menyampaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas nelayan tradisional. Program ini dirancang untuk mendorong nelayan tidak sekadar menjadi pemburu hasil laut, tetapi juga pengelola sumber daya perikanan yang lebih berkelanjutan.

“Kami berharap nelayan memiliki alternatif kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian usaha mereka,” ujarnya.

Lebih jauh Erika mengungkapkan, kepiting merupakan salah satu komoditas unggulan nelayan Gresik dengan permintaan pasar yang relatif stabil dan bernilai tinggi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebagian besar kepiting tertangkap dalam ukuran kecil sehingga belum optimal secara ekonomi.

"Program ini merupakan pelatihan ketiga yang kami selenggarakan. Sebelumnya, kami juga menggelar pelatihan penggunaan kultur probiotik sebagai alternatif pupuk tambak bagi petambak bandeng di Desa Banyuwangi, Karangrejo, dan Bedanten," imbuhnya.

Ke depan, PTFI juga menyiapkan pelatihan pembuatan alat tangkap ramah lingkungan bagi nelayan di Desa Tanjungwidoro, Watuagung, dan Kramat.

Ditempat yang sama, wirausahawan bidang perikanan sekaligus narasumber pelatihan, Eko Husaini, menjelaskan bahwa apartemen kepiting merupakan struktur buatan yang ditempatkan di dasar perairan sebagai tempat berlindung, tumbuh, dan berkembang biak.

“Pendekatan ini memungkinkan peningkatan populasi kepiting tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem perairan,” jelasnya.

Baca Juga: Freeport Dukung Kejuaraan Paralimpiade Gresik 2025, Atlet Disabilitas Tunjukkan Prestasi

Salah satu peserta, Sobirin, menilai pendekatan ini memberikan perspektif baru bagi nelayan.

“Kami jadi memahami bahwa kepiting kecil tidak harus langsung dijual. Dengan pengelolaan yang tepat, nilainya bisa meningkat,” ujarnya.

Editor : Cak Fir
#kepiting #freeport indonesia #gresik #manyar #nelayan