Bungah – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan terarah. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan lewat kegiatan Pelatihan Klasterisasi Olahan Ikan Laut Menjadi Terasi, yang digelar di Balai Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Gresik, Jumat (23/10) kemarin.
Program yang diikuti oleh 20 nasabah Mekaar dari kawasan Mengare Kompleks meliputi Desa Kramat, Watuagung, dan Tajungwidoro ini menjadi klasterisasi ketiga yang diselenggarakan PNM Cabang Lamongan. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas usaha mikro berbasis potensi lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha perempuan binaan PNM.
Pelatihan kali ini tak sekadar berfokus pada pengolahan bahan baku menjadi produk jadi, tetapi juga mencakup aspek jaringan bisnis, promosi digital, strategi pemasaran, hingga pengemasan produk (packaging) yang modern. PNM menghadirkan narasumber dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) untuk memberikan pembekalan aplikatif agar produk para peserta dapat bersaing di pasar nasional maupun digital.
Pemimpin Cabang PNM Lamongan, Anang Fatkur Rochman menuturkan, klasterisasi terasi memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Selain sebagai produk khas pesisir, terasi juga menjadi bahan utama berbagai industri sambal kemasan yang memiliki pasar luas.
“Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner berbasis sambal dan hampir seluruhnya menggunakan terasi. Ini peluang besar yang bisa digarap oleh masyarakat pesisir. Karena itu, kami hadir tidak hanya memberi modal, tapi juga dukungan pengembangan usaha dari sisi pemasaran digital, promosi, hingga kemasan,” ujar Anang.
Menurutnya, pendekatan klasterisasi menjadi strategi penting dalam memperkuat rantai nilai usaha kecil agar lebih efisien dan produktif. Melalui metode ini, nasabah Mekaar diarahkan untuk tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam kelompok usaha yang saling terhubung dan terkoordinasi.
“Sesuai dengan semangat Mekaar, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, PNM hadir untuk memastikan usaha para nasabah bisa naik kelas dan memberi dampak ekonomi yang nyata bagi keluarga,” imbuhnya.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa peresmian Ruang Pintar untuk anak-anak nasabah Mekaar di Desa Watuagung. Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai ruang belajar kreatif dengan konsep “Belajar seasik bermain” yang memungkinkan anak-anak belajar dalam suasana menyenangkan.
“Kami percaya bahwa kesejahteraan keluarga tidak hanya diukur dari penghasilan, tapi juga dari kesempatan anak-anak untuk tumbuh dan belajar dengan baik. Karena itu, kami berkomitmen memfasilitasi berbagai kebutuhan edukatif yang bisa menumbuhkan literasi dan kreativitas anak-anak nasabah,” tandas Anang.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Watuagung, M. Zamrozi, mengapresiasi langkah PNM dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pelatihan dan pembinaan usaha yang berkelanjutan. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup pada hasil laut.
“Program seperti ini benar-benar membantu masyarakat, terutama ibu-ibu yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Namun kami juga mengingatkan agar para nasabah tetap disiplin dalam pembayaran pinjaman, karena ketertiban finansial akan menjaga keberlanjutan program pemberdayaan ini,” ujar Zamrozi
Pelatihan ditutup dengan momen potong tumpeng dan penyerahan cinderamata. Selanjutnya, dilakukan prosesi pemotongan pita sebagai simbol peresmian Ruang Pintar. (fir)
Editor : Cak Fir