Manyar – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menunjukkan kinerja menjanjikan sepanjang semester pertama 2025. Data Administrator KEK Gresik mencatat, hingga kuartal II atau per Agustus 2025 nilai investasi yang masuk sudah mencapai Rp11,27 triliun dengan tingkat realisasi 46 persen dari target tahunan.
Dari sisi ketenagakerjaan, sebanyak 1.721 orang telah terserap bekerja di kawasan ini. Angka tersebut setara 74,5 persen dari target 2025 sebanyak 2.310 tenaga kerja. Kehadiran 31 pelaku usaha dan tenant yang beroperasi di KEK Gresik ikut mempercepat geliat ekonomi kawasan.
Kepala Otoritas KEK, Ibnu Sina, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata peran KEK Gresik sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus nasional.
“Kami optimistis, multiplier effect dari KEK Gresik akan terus meningkat. Bukan hanya penyerapan tenaga kerja, tapi juga tumbuhnya ekosistem hilirisasi dan daya saing industri di kancah global,” ujarnya.
Administrator KEK Gresik juga mencatat peningkatan layanan fiskal dan perizinan. Hingga semester I-2025, total 10.993 layanan telah diberikan kepada pelaku usaha, mulai dari pembebasan bea masuk, perizinan berusaha, hingga fasilitas perpajakan.
Fasilitas fiskal yang dinikmati tenant pun signifikan. Pada semester I-2025, realisasi fasilitas pembebasan bea masuk mencapai Rp127,1 miliar, fasilitas PPN/PPnBM tidak dipungut Rp2,34 triliun, serta fasilitas PPh Pasal 22 impor Rp477 miliar. Jika digabungkan dengan tahun sebelumnya, total nilai fasilitas fiskal yang sudah dikucurkan menembus Rp3,69 triliun.
Aktivitas logistik di KEK Gresik juga terus meningkat. Pada semester I-2025, pemasukan barang melalui mekanisme TLDPP (Tempat Lain yang Dipersamakan dengan Pabean) tercatat sebesar Rp21,37 triliun, melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp9,4 triliun.
Sementara itu, nilai ekspor pada semester I-2025 mencapai Rp 8,3 Triliun, sedangkan pengeluaran barang melalui TLDPP sebesar Rp34,5 miliar. Data ini menunjukkan potensi besar KEK Gresik sebagai simpul perdagangan dan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan.
Ibnu Sina menambahkan, keberadaan KEK Gresik yang berdampingan dengan kawasan industri dan pelabuhan memberikan keunggulan kompetitif.
"Posisi strategis ini memperkuat peran KEK Gresik dalam mendukung hilirisasi, mengurangi biaya logistik, serta membuka peluang investasi baru,” tandasnya.
Sementara itu, dengan total luas lahan 2.167 hektare, yang 1.185 hektare di antaranya sudah dimanfaatkan, KEK Gresik diyakini akan menjadi episentrum pertumbuhan industri kimia, energi, logistik, hingga elektronik. (fir)
Editor : Cak Fir