Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

HUT RI ke-80 Freeport Indonesia Setor Penerimaan Negara Rp80 Triliun, Targetkan Produksi 800 Ribu Ton Katoda Tembaga

Muhammad Firman Syah • Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:10 WIB
Khidmat : Karyawan PT Freeport Indonesia Smelter Gresik mengikuti upacara serentak yang digelar perusahaan.
Khidmat : Karyawan PT Freeport Indonesia Smelter Gresik mengikuti upacara serentak yang digelar perusahaan.

Manyar - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan komitmen kebangsaan sekaligus menakar kontribusi terhadap pembangunan nasional. PT Freeport Indonesia (PTFI) yang tahun ini berusia 58 tahun, merayakan HUT RI dengan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi dari hulu di Papua hingga hilir di Gresik.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan 17 Agustus 2025 mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,03 persen pada 2024 dan berlanjut positif hingga 5,12 persen pada kuartal II. Hal ini menjadi bukti nyata ketangguhan bangsa dalam menghadapi tantangan global.

"Pencapaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari kontribusi PTFI. Pada 2024, Freeport mencatat kontribusi langsung terhadap penerimaan negara sebesar 7 miliar dollar atau setara Rp80 triliun," ujar Tony Wenas.

Dirincikan, nilai ini mencakup pajak, royalti, dividen, serta berbagai pembayaran lainnya. Dari jumlah tersebut, lanjut Tony, sekitar Rp11 triliun disalurkan langsung ke daerah, khususnya Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan wilayah lain di sekitarnya. Selain kontribusi fiskal, PTFI juga merealisasikan investasi sosial senilai Rp2 triliun, berupa program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tambang.

"Sejak pemerintah melalui MIND ID menguasai 51 persen saham Freeport pada 2019, dividen yang dibayarkan perusahaan kepada negara telah mencapai 4,1 miliar dollar. Nilai ini bahkan melampaui biaya akuisisi, menandai pengembalian modal negara yang signifikan," imbuhnya.

Sementara itu, dari perspektif makroekonomi, studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menunjukkan bahwa PTFI menyumbang 0,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Secara regional, kontribusinya mencapai 77 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Tengah dan 91 persen terhadap PDRB Kabupaten Mimika. Temuan ini menegaskan posisi PTFI sebagai aktor kunci dalam pembangunan Papua sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting bagi PTFI yang menandai usia ke-58 tahun kiprahnya di Indonesia. Pada momentum ini, PTFI menargetkan produksi 800 ribu ton katoda tembaga. Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan material untuk merakit sekitar 8 juta kendaraan listrik," paparnya.

Menurut Tony, peran vital Freeport dalam mendukung transisi energi bersih dan industri berbasis teknologi hijau. Target ini sekaligus menempatkan Indonesia dalam jalur strategis rantai pasok global kendaraan listrik.

Kontribusi PTFI tidak hanya terukur dalam angka-angka ekonomi dan industri. Sepanjang Agustus 2025, perusahaan melaksanakan serangkaian kegiatan sosial, mulai dari operasi katarak gratis, pemeriksaan mata untuk pelajar, hingga coaching clinic sepak bola oleh Papua Football Academy.

Upacara peringatan HUT RI pun dilaksanakan secara serentak di enam lokasi, ditutup dengan tarian kolosal “Bergerak Bersama dari Hulu ke Hilir untuk Indonesia Maju” yang simbolis menghubungkan aktivitas tambang di pegunungan Papua dengan pemurnian mineral di Gresik. (fir)

 

Editor : Cak Fir
#HUT RI #Bangsa #freeport indonesia #gresik #kemerdekaan #Republik Indonesia #papua #Tony Wenas