Radar Gresik – PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Pelatihan Digital bagi sembilan UMKM binaan pada (05-06/08) di Universitas Qomaruddin, Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan memperkuat daya saing pelaku usaha mikro di era digital.
“UMKM adalah tonggak ekonomi Indonesia, dan modal utama dalam pembangunan daerah. Pelatihan ini merupakan realisasi komitmen PTFI dalam mendukung pengembangan UMKM, khususnya dalam meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mampu bersaing di era digital,” ujar Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, saat pembukaan pelatihan, Senin (5/8).
Dari 194 pendaftar, sembilan UMKM terpilih melalui proses seleksi berdasarkan kehadiran dan keaktifan, komitmen untuk berkembang, legalitas usaha, pencatatan keuangan, sistem pembayaran, dan katalog produk.
Kesembilan UMKM tersebut yakni Kopi Lanang Temen dari Desa Banyuwangi, Ternak Ayam Kampung dari Desa Karangrejo, Istana Seragam dari Desa Manyarejo, Susu Kambing Terjamin dari Desa Manyar Sidorukun, Pawon Lestari dari Desa Manyar Sidomukti, Yana Kitchen dari Desa Kramat, Terasi Mengare Tajung Widoro dari Desa Tajung Widoro, Cabut Duri Ikan Bandeng Pak Adi dari Desa Watuagung, serta Gapit Ketan Asli Eco Rasane dari Desa Bedanten.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, menilai pelatihan ini mampu memberi efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Kami mengapresiasi komitmen PTFI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi mikro melalui pelatihan digital ini. Multiplier effect-nya berjalan, dari sembilan UMKM nanti bisa mempekerjakan 90 orang, bahkan bisa 900 orang. Kami berharap pelatihan ini mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Gresik,” katanya.
Materi pelatihan mencakup pemahaman era digital, pembuatan toko di marketplace, teknik pengambilan foto produk, dan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Peserta juga mendapat inspirasi dari Putri Sandy, pemilik brand Sandys Project, yang sukses menembus pasar digital.
Pemilik UMKM Istana Seragam, Maulana Muhammad Sulaiman, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya.
“Alhamdulillah, pelatihan ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan saya tentang dunia online dan e-commerce dalam pemasaran UMKM. Saya jadi lebih paham bagaimana memasarkan produk secara digital dan berencana menerapkannya untuk toko saya,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 RI yang diselenggarakan PTFI di lima lokasi operasional, mulai dari Papua hingga Gresik dan Jakarta. Rangkaian acara meliputi lomba, pentas budaya, bakti sosial, operasi katarak gratis, donor darah, konser musik, hingga puncak Upacara Peringatan Kemerdekaan RI ke-80 secara serentak di seluruh titik operasi.
Editor : Cak Fir