Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pemdes Yosowilangun Serahkan Legalitas Bank Sampah Berseri, Dorong Ekonomi Warga Lebih Mandiri

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 17:44 WIB
Ciptakan Kemandirian : Kepala Desa Yosowilangun Gresik, Abdur Rosyid menerima potongan tumpeng dari Direktur Bank Sampah Berseri, Siti Aminatus Zariyah.
Ciptakan Kemandirian : Kepala Desa Yosowilangun Gresik, Abdur Rosyid menerima potongan tumpeng dari Direktur Bank Sampah Berseri, Siti Aminatus Zariyah.

Manyar – Bank Sampah Berseri RT 06 RW 09 Pati Raya GKB, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, resmi beroperasi setelah dilakukan peresmian dan serah terima legalitas, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengelolaan oleh pihak desa. Keberadaan bank sampah ini langsung memberi dampak ekonomi, dengan omzet rata-rata Rp 500 ribu per bulan dari hasil penjualan sampah. Keuntungan tersebut dimanfaatkan untuk berbahai aksi sosial masyarakat

Kepala Desa Yosowilangun, Abdur Rosyid, mengungkapkan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi volume sampah sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

"Bank Sampah Berseri adalah bukti bahwa pengelolaan sampah bisa memberi manfaat langsung, bukan hanya bagi lingkungan tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya Rosyid disela-sela acara penyerahan Legalitas.

Ia menambahkan, di Desa Yosowilangun saat ini sudah ada delapan RW yang membentuk unit bank sampah serupa. Selain itu saat ini pihaknya tengah mengajukan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) karena tingginya volume sampah.

"Kami melakukan perhitungan, berdasarkan data rata-rata setiap rumah di Yosowilangun menghasilkan 2 kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk sekitar 14.000 kepala keluarga, potensi pengelolaan sampah mencapai puluhan ton setiap harinya," imbuhnya.

Bahkan desa tetangga seperti Rumo dan Sukomulyo ikut membuang sampah ke TPS Yosowilangun, sehingga kebutuhan pembangunan TPS3R dinilai mendesak.

"Kami berharap berbagaj inovasi pengelolaan sampah di desa bisa mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Sama halnya seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Yosowilangun yang masuk kategori inspiratif dan nominatif nasional karena keberhasilannya menciptakan program yang berdampak ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Bank Sampah Berseri, Siti Aminatus Zariyah menyampaikan pendirian Bank Sampah Berseri berawal dari keluhan warga yang harus membuang sampah ke lokasi yang jauh dari rumah.

"Sejak ada Bank Sampah Berseri yang berdiri satu tahun ini, warga senang karena cukup menaruh sampah di rumah, nanti ada petugas yang mengambil setiap hari. Sampah dipilah dan menghasilkan rupiah,” kata dia.

Kedepan Risa (sapaan akrabnya) berharap Bank Sampah Berseri bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang lebih mandiri. Dia bersama para pengurus bank sampah lain juga terus mencari peluang kolaborasi dengan berbagai pihak tidak terkecuali sektor industri.

"Saat ini kami sedang banyak melakukan study banding tentang penataan sistem dan pengelolaan bank sampah agar bisa menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Cak Fir
#Pengelolaan Sampah #Yosowilangun #manyar #Pemdes #bank sampah #ekonomi warga #Bank Sampah Berseri