RADAR GRESIK - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Lia Istifhama, memberikan dukungan penuh terhadap wacana pembangunan tugu tembakau di Madura yang digagas oleh Direktur Kampung Tembakau Sumenep, Fathorrahman. Ning Lia sapaan Lia istifhama menilai ide ini sangat realistis dan memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat Madura dan Jawa Timur secara keseluruhan.
Menurut Ning Lia, mendirikan tugu tembakau di Madura adalah langkah inovatif penting dan memiliki multiplier effect.
"Ini akan menjadi gebrakan bagi Jawa Timur. Wilayah lain belum memikirkan hal tersebut, sementara Madura memang layak untuk memiliki simbol yang memperkenalkan potensi tembakau, salah satu komoditas unggulan yang mendominasi penghasilan di Jatim," ungkapnya.
Dipaparkannya, Jawa Timur, yang dikenal sebagai penghasil tembakau terbesar di Indonesia, berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap produksi tembakau nasional. Pihaknya berharap pembangunan tugu tembakau ini bisa beriringan dengan peningkatan dana bagi hasil cukai tembakau yang lebih adil.
"Jika kelak tugu tembakau ter-realisasi, semoga hal ini membawa dampak positif bagi petani tembakau dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.
Menurutnya, Madura, khususnya Pamekasan, Sampang, dan Sumenep, merupakan wilayah sentra budidaya tembakau yang berperan penting dalam perekonomian lokal. Oleh karena itu, pembangunan tugu tembakau di Madura memiliki nilai simbolis yang besar, tidak hanya bagi para petani, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. "Tugu ini akan menjadi pengakuan atas kontribusi Madura terhadap produksi tembakau nasional," kata Ning Lia.
Dirinya mengungkapkan tugu tembakau akan menjadi ikon baru bagi Madura, menonjolkan karakteristik wilayah penghasil tembakau aromatis. "Preferensi publik terhadap tembakau Madura sangat tinggi. Tugu ini akan menunjukkan keunikan dan kekayaan lokal Madura yang sangat potensial," tambahnya.
Selain menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat, pembangunan tugu tembakau juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Madura. Dengan meningkatnya perhatian terhadap tembakau Madura, tugu ini bisa menarik wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk mengunjungi Madura, sehingga mendongkrak perekonomian lokal.
"Keberadaan tugu tembakau bisa menjadi daya tarik wisata baru yang berpotensi meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah," jelas Ning Lia.
Pembangunan tugu tembakau di Madura juga merupakan langkah strategis untuk mengakui peran penting Madura sebagai penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur dan Indonesia. Selain itu, tugu ini diyakini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan investasi.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan tugu tembakau dapat menjadi simbol kebanggaan bagi Madura dan Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.
Editor : Hany Akasah