Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Wajib Tahu! Ini Dia Jurus Jitu Pemkab Gresik Berantas Puso dan "Naikkan Kelas" Produk Laut, Petani dan UMKM

Fajar Yuliyanto • Kamis, 29 Mei 2025 | 06:02 WIB
BANTUAN: Plt Bupati Gresik dr Asluchul Alif membantu petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat banjir dan memperkuat kapasitas pelaku UMKM pengolahan hasil laut.
BANTUAN: Plt Bupati Gresik dr Asluchul Alif membantu petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat banjir dan memperkuat kapasitas pelaku UMKM pengolahan hasil laut.

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan menyeluruh. Bantuan disalurkan untuk membantu petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat banjir dan memperkuat kapasitas pelaku UMKM pengolahan hasil laut.

Di Balai Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Plt Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyerahkan bantuan kepada petani yang terdampak banjir. Sebanyak 2.050 kg benih padi inbrida dan 8.200 kg pupuk NPK disalurkan untuk lahan seluas 82 hektare di Kecamatan Cerme dan Bungah. Setiap petani menerima 25 kg benih dan 100 kg pupuk per hektare.

Plt Bupati Alif menekankan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar petani dapat segera pulih dan kembali menanam setelah diterpa banjir. Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Gresik tidak hanya hadir saat bencana, namun juga memberikan pendampingan sejak awal musim tanam, termasuk kemudahan akses pupuk, pembinaan teknis, dan pendampingan lapangan.

Plt Bupati Alif menyatakan bahwa ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, sejalan dengan semangat "Nawakarsa Bela Beli Bagi". Desa Kemudi, dengan potensi tambak lebih dari 850 hektare, merupakan pusat penghasil produk unggulan seperti kerupuk ikan, otak-otak bandeng, dan terasi khas Kemudi.

Bantuan ini diharapkan dapat mendorong UMKM lokal untuk "naik kelas", dari menjual produk mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti abon ikan, bonggolan, dan kerupuk siap saji. Siti Mahbubah, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan antusiasmenya, "Bantuan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi."

Kepala Desa Kemudi, Mochammad Lazin, berharap pembinaan dan pendampingan serupa dapat terus berlanjut untuk kemandirian masyarakat.

Selain fokus ekonomi, Pemkab Gresik juga mengintegrasikan aspek kebencanaan dalam pembangunan sektor pangan. Penanganan banjir Kali Lamong menjadi prioritas, dengan pembangunan tanggul, embung, dan waduk sebagai solusi struktural jangka panjang. “Harapannya, hal ini dapat mencegah banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #puso #gresik #Lahan #Kepedulian #cerme #Banjir #gagal panen