Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Aspirasi Buruh Ngoro Terjawab, Anggota DPD RI Lia Istifhama Puji Komitmen Khofifah Satukan Akses Gerbangkertasusila via Trans Jatim

Hany Akasah • Rabu, 28 Mei 2025 | 03:21 WIB
Bus Trans Jatim Koridor VI rute Mojokerto-Sidoarjo yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Senin (26/5) di Terminal Mojosari, Kabupaten Mojokerto
Bus Trans Jatim Koridor VI rute Mojokerto-Sidoarjo yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Senin (26/5) di Terminal Mojosari, Kabupaten Mojokerto

 

RADAR GRESIK – Kehadiran Bus Trans Jatim Koridor VI rute Mojokerto-Sidoarjo yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Senin (26/5) di Terminal Mojosari, Kabupaten Mojokerto, mendapat sambutan hangat dan apresiasi mendalam dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Ning Lia, sapaan akrabnya, secara tegas menyatakan bahwa peresmian koridor baru ini adalah bukti nyata keberpihakan Gubernur Khofifah kepada masyarakat, khususnya kaum buruh, serta komitmen kuat untuk menyatukan akses di wilayah Gerbangkertasusila  (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

Ning Lia menekankan transportasi publik yang terjangkau dan berkualitas merupakan hak fundamental bagi setiap warga negara, terutama para pekerja yang menjadi tulang punggung perekonomian.

"Ini adalah wujud nyata komitmen Ibu Gubernur Khofifah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama para pekerja di kawasan industri Ngoro," ujar Ning Lia.

Menurutnya, transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau akan sangat membantu masyarakat dan buruh.

“Mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mengurangi beban pengeluaran, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

 

"Inilah visi yang melampaui sekadar penyediaan sarana transportasi. Ini adalah upaya untuk menyatukan simpul-simpul ekonomi dan sosial di Gerbangkertasusila, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di kawasan industri," tambah Ning Lia. 

Sebanyak 14 armada bus "Patih Gajah Mada" akan melayani rute vital yang menghubungkan Terminal Kertajaya Mojokerto hingga Terminal Porong Sidoarjo, secara strategis melewati Kawasan Ngoro Industrial Park (NIP). Ini adalah respons langsung terhadap aspirasi serikat buruh yang telah lama mendambakan akses transportasi massal yang memadai.

Gubernur Khofifah sendiri dalam sambutannya menegaskan layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. "Transportasi memiliki peran yang sangat vital dalam pembangunan sebuah daerah. Inilah jawabannya, mudah-mudahan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat," kata Khofifah.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkan Jatim Akses yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya.

Khofifah optimistis bahwa layanan Trans Jatim Koridor VI akan meningkatkan produktivitas, memperluas akses ke berbagai fasilitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Manfaat lain yang tak kalah penting adalah dorongan pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Kabupaten Mojokerto, serta penguatan konektivitas di wilayah Gerbangkertasusila.

Moda transportasi publik ini juga menjadi solusi efektif untuk sejumlah persoalan klasik seperti kecelakaan, kemacetan, dan keterbatasan infrastruktur. Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi mewujudkan transportasi yang berkelanjutan dan inklusif.

"Untuk mewujudkan layanan tersebut diperlukan inovasi dan gebrakan yang nyata. Layanan Angkutan Umum Trans Jatim yang nyata memberi rasa aman, nyaman, kepastian waktu, harga yang terjangkau serta terintegrasi dengan koridor lainnya," jelasnya.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra turut menyambut baik kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini. Menurut Gus Barra, hadirnya layanan Trans Jatim akan menjadi urat nadi ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan daerah, mengingat jalur yang dilewati meliputi berbagai sektor vital seperti perdagangan, rumah sakit, industri, sekolah, dan pasar tradisional.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar/santri, serta jam operasional yang luas dari pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB, Trans Jatim Koridor VI diharapkan akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Sebagai bentuk promosi, layanan ini bahkan digratiskan mulai 27 Mei hingga 2 Juni 2025. Masyarakat dapat mengakses layanan ini dengan mudah melalui aplikasi TransJatim-AJAIB.

"Ayo rek, nggawe transportasi publik!" ajak Gubernur Khofifah, sebuah seruan yang sejalan dengan semangat kebersamaan dan kemajuan yang terus didorong oleh pemerintah provinsi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. (han)

 

Editor : Hany Akasah
#mojokerto #Ngoro #bus #buruh #transportasi #Trans Jatim #sIDOARJO