Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Penyerapan Tenaga Kerja Melonjak Tajam, Di Bawah Kepemimpinan Khofifah Ekonomi Jatim Semakin Kuat

Hany Akasah • Kamis, 8 Mei 2025 | 01:21 WIB

 

DUKUNG UMKM : Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasar pangan Murah di Menganti, Gresik untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
DUKUNG UMKM : Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasar pangan Murah di Menganti, Gresik untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.


RADAR GRESIK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencatatkan prestasi gemilang dalam penyerapan tenaga kerja sepanjang periode Februari 2024 hingga Februari 2025.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 628,62 ribu orang, sebuah pencapaian yang signifikan dan menunjukkan dinamika positif dalam pasar tenaga kerja daerah.

Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Februari 2025 mencapai 24,76 juta orang, meningkat sekitar 621 ribu orang dibandingkan Februari 2024.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pun mengalami kenaikan signifikan, mencapai 74,25 persen, atau naik 1,23 persen poin dibandingkan TPAK Februari 2024.  


Analisis lebih mendalam menunjukkan sektor Pengangkutan dan Pergudangan, serta Akomodasi dan Makan Minum, menjadi motor penggerak utama dalam penyerapan tenaga kerja.

Kedua sektor ini mencatatkan peningkatan tenaga kerja masing-masing sekitar 105,80 ribu orang dan 96,87 ribu orang. Sementara itu, lapangan usaha Pertanian, Perdagangan, dan Industri Pengolahan tetap menjadi sektor yang paling banyak digeluti oleh masyarakat Jawa Timur.

Data BPS juga mencatat peningkatan jumlah pekerja penuh dari 15,02 juta orang menjadi 401,20 ribu orang. Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu meningkat dari 7,18 juta orang menjadi 156,54 ribu orang. Kabar baik lainnya adalah penurunan angka pengangguran sebesar 7,85 ribu orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2025 tercatat sebesar 3,61 persen, turun 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2024. Menariknya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih memiliki TPT tertinggi di Jawa Timur, yaitu sebesar 5,87 persen, diikuti oleh lulusan DIV/S1/S2/S3 dengan TPT 5,60 persen, dan lulusan Diploma I/II/III dengan TPT 5,41 persen. Lulusan SD ke bawah memiliki TPT terendah, yaitu 1,98 persen.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sekaligus mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Prof. Mohammad Nuh mengatakan Khofifah menjadi sosok penggerak dan berhasil menurunkan angka kemiskinan di Jatim melalui berbagai inobasi. 

“Kalau kita bicara kemanfaatan untuk masyarakat, kita harus apresiasi Langkah cerdas Ibu Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur, yang sekaligus Tokoh Muslimat, untuk mengatasi persoalan kemiskinan,” tegas Prof M Nuh.


Anggota DPD RI, Lia Istifhama, memberikan tanggapan positif terhadap pencapaian ini. Ning Lia sapaan Lia Istifhama menyatakan peningkatan penyerapan tenaga kerja ini adalah bukti nyata keberhasilan kebijakan pemerintah daerah di bawah pimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Peningkatan ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulai membuahkan hasil. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada tantangan yang perlu kita hadapi, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi agar lulusan SMK dan perguruan tinggi lebih siap memasuki dunia kerja," ujar Lia Istifhama.

Lia Istifhama berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan terus ditingkatkan.

Ning Lia berharap peningkatan akses pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Jawa Timur terus ditingkatkan.


Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan vokasi. Pemrov Jatim berhasil meningkatkan kompetensi tenaga kerja diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran, terutama di kalangan lulusan SMK dan perguruan tinggi.  

"Dengan pencapaian ini, Jawa Timur semakin menunjukkan diri sebagai daerah dengan perekonomian yang kuat dan dinamis. Upaya berkelanjutan dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat membawa Jawa Timur menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#Pemerintah Provinsi Jawa Timur #kHOFIFAH #jatim #tenaga kerja #pemprov #Lia Istifhama #Ning Lia #Penyerapan