Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Khofifah Jaga Konsistensi Pertumbuhan Ekonomi hingga Naik 5 Persen, Berhasil Jadikan Jatim Kontributor Utama Nasional

Hany Akasah • Selasa, 6 Mei 2025 | 23:01 WIB
Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa

RADAR GRESIK  – Perekonomian Jawa Timur kembali menunjukkan performa impresif di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Pada triwulan I-2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,00 persen secara year-on-year (y-on-y), setara dengan Rp 819,30 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan capaian triwulan I-2024 sebesar 4,81 persen, meskipun sedikit melambat dari triwulan IV-2024 yang berada di angka 5,03 persen.

Pertumbuhan tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, melampaui rata-rata nasional yang hanya mencatat pertumbuhan sebesar 4,87 persen.

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi dan stabilitas ekonomi yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah. Meski di tengah tantangan nasional seperti melemahnya sektor pertambangan batubara dan bijih logam, Jawa Timur mampu mengandalkan kekuatan ekonomi berbasis sektor riil seperti pertanian dan industri pengolahan.

“Ini adalah hasil dari keberpihakan kebijakan yang tepat terhadap sektor-sektor produktif, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” kata Ning Lia sapaan Lia Istifhama.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat terus menjaga momentum ini di triwulan-triwulan selanjutnya, dengan memperkuat sektor hilir pertanian, mengembangkan industri kreatif dan digital, serta memperluas akses pasar UMKM.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, berbeda dengan tren nasional yang mengalami pelemahan di sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan jasa-jasa, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur justru ditopang kuat oleh sektor pertanian dan industri pengolahan.


Masa panen komoditas pangan di awal tahun menjadi salah satu pendorong utama peningkatan ekonomi, terutama dari sub-sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang naik hingga 10,23 persen.

Selain itu, sektor administrasi pemerintahan juga mencatat pertumbuhan positif yang cukup signifikan, dipengaruhi oleh pembayaran tunjangan hari raya bagi ASN, TNI, dan Polri pada bulan Maret.

Dari sisi pengeluaran, semua komponen tercatat mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), yang melonjak berkat berbagai kegiatan sosial dan keagamaan selama bulan Ramadan seperti zakat, infak, santunan, dan bansos.
Ekspor barang dan jasa juga menunjukkan tren positif, menjadi indikator menguatnya daya saing produk Jawa Timur di pasar global.

Bahkan, ekspor barang dan jasa naik 6,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kita semua tahu, Bu Gubernur Khofifah sangat konsisten melakukan misi dagang dan mengawal ekspor produk dan industri dalam negeri di Jatim,” tegasnya.

Konsumsi rumah tangga yang tetap tumbuh memperlihatkan bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga, menjadi pondasi penting dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Sementara itu, Jawa Timur tetap sebagai kontributor utama ekonomi nasional. Dari data BPS RI, meskipun wilayah Sulawesi mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional sebesar 6,40 persen, Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, masih menjadi kontributor terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pertumbuhan 5,00 persen Jawa Timur menempatkannya di bawah Banten (5,19 persen) dan DI Yogyakarta (5,11 persen), namun tetap menjadi pilar utama perekonomian Indonesia.

Konsistensi capaian ini memperkuat citra Khofifah sebagai kepala daerah yang mampu mengelola roda pemerintahan dengan orientasi pada pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi rakyat.

“Stabilitas pertumbuhan ini bukan hanya soal angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan yang berpihak pada pemerataan ekonomi dan penguatan sektor produktif,” kata perempuan yang terkenal dengan tagline Cantik tersebut.(han)

Editor : Hany Akasah
#kHOFIFAH #jatim #jawa timur #produktif #bps #Lia Istifhama #Perekonomian #Pertumbuhan