Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Warga Gresik Serbu Taman GKB Saat Ngabuburit, Ada Kuliner Mie Bakar Unik dan Menggugah Selera

Muhammad Firman Syah • Senin, 10 Maret 2025 | 02:17 WIB
Ramai : Mie Bakar menjadi salah satu menu kuliner yang diserbu warga saat ngabuburit di taman I Love GKB.
Ramai : Mie Bakar menjadi salah satu menu kuliner yang diserbu warga saat ngabuburit di taman I Love GKB.

Manyar – Kawasan taman Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) semakin ramai jelang waktu berbuka puasa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, area ini menjadi pusat ngabuburit favorit masyarakat Gresik. Puluhan pedagang kuliner berjajar di sepanjang trotoar, menawarkan aneka makanan dan minuman khas Ramadhan, dari gorengan, es cendol, hingga bongko kopyor yang menjadi primadona takjil khas daerah pesisir.

Namun, ada satu stan yang belakangan ini menjadi perbincangan pecinta kuliner, Mie Bakar Gresik. Menu modern yang lahir dari kreativitas anak muda ini dikelola oleh Aura Camellia Ludica, seorang millenial asal GKB yang mencoba menghadirkan sensasi baru dalam dunia per-mie-an.

Bukan sekadar mie biasa, tetapi mie yang dipanggang hingga menghasilkan aroma smoky yang menggugah selera. Dari kejauhan, terlihat antrean pembeli yang penasaran ingin mencicipi sajian unik ini.

Proses pembuatannya pun menarik perhatian. Berbeda dari mie kebanyakan, Mie Bakar ini melewati tiga tahap pemasakan mulai dari Mie direbus hingga mencapai tekstur yang pas, kemudian ditumis dengan bumbu rempah khas untuk memperkaya rasa. Dan yang terakhir baru Bakar dengan Torch.

Mie yang telah dibumbui dibungkus aluminium foil dan dibakar menggunakan gas torch blender, menghasilkan aroma bakaran yang khas dan menggugah selera. Sensasi rasa yang dihasilkan adalah perpaduan antara rempah-rempah khas Indonesia dengan gaya kuliner Eropa, di mana mie ini juga dikombinasikan dengan saus bolognese yang kaya rasa.

“Saya ingin ada inovasi, sesuatu yang unik, tapi tetap bisa diterima lidah masyarakat. Dan ternyata, responsnya luar biasa. Banyak yang penasaran karena ini satu-satunya mie bakar di Gresik,” ujar Aura Camellia Ludica, sang pemilik.

Selain unik dalam proses pembuatannya, harga menu di stan Mie Bakar Gresik juga cukup terjangkau untuk semua kalangan, Mie Bakar dijual Rp19.000 dan aneka minuman hanya Rp 3.000 saja.

Tidak heran jika setiap sore, stan ini selalu ramai diserbu pembeli. Salah satu pelanggan, Choirul Anam, warga Kebomas mengungkapkan alasan memilih menu ini. Anam mengakui, hadirnya Mie Bakar Gresik di tengah hiruk-pikuk jajanan takjil di I Love GKB menjadi bukti bahwa inovasi kuliner selalu mendapat tempat di hati masyarakat. 

“Selain rasanya enak dan unik, di Gresik belum ada yang jual mie bakar seperti ini. Aromanya khas dan bumbunya meresap banget,” tuturnya.

Menurut Anam, Fenomena ngabuburit di kawasan I Love GKB memang sudah menjadi tradisi tahunan. Tak hanya sebagai ajang berburu takjil, tempat ini juga menjadi ruang sosial bagi warga. Banyak keluarga, muda-mudi, hingga komunitas lokal yang memilih menghabiskan sore dengan menikmati suasana dan berburu makanan favorit.

"Hanya saja, geliat ekonomi ini biasanya hanya terjadi selama bulan Ramadhan. Setelahnya, banyak pedagang yang kembali vakum karena kurangnya aktivitas di kawasan ini. Padahal, melihat animo masyarakat, lokasi ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra kuliner permanen yang mendukung pelaku UMKM, khususnya di bidang makanan," imbuhnya.

 

Editor : Cak Fir
#Kreativitas #kuliner #ngabuburit #gresik #mie bakar