Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Freeport Indonesia Perkuat Ekosistem UMKM Gresik, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Kota Pudak

Muhammad Firman Syah • Minggu, 2 Maret 2025 | 04:12 WIB

Dukung UMKM : Pemaparan program CSR oleh CSR Superintendent PTFI, Nana Suharna dalam acara Rembuk Akur ke-9 di Kantor Bupati Gresik (27/2).
Dukung UMKM : Pemaparan program CSR oleh CSR Superintendent PTFI, Nana Suharna dalam acara Rembuk Akur ke-9 di Kantor Bupati Gresik (27/2).

Kebomas – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Melalui berbagai program pemberdayaan, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman, mengapresiasi peran PTFI dalam mendukung UMKM melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang strategis dan berkelanjutan.

“Kita patut bersyukur atas dukungan Freeport yang konsisten dalam membangun ekosistem UMKM di Gresik. Ini adalah contoh nyata konsep good corporate citizenship, di mana CSR tidak hanya berfokus pada bina lingkungan dan bina manusia, tetapi juga bina usaha yang menjadi prioritas saat ini,” ujar Washil dalam acara Rembuk Akur ke-9 yang berlangsung di Kantor Bupati Gresik, Kamis (27/2).

Sebagai bentuk dukungan konkret, PTFI menggulirkan tiga program utama, yakni Jagoan Wirausaha Gresik Sejahtera (Jawara) dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha. Bumdes Tangguh Mandiri (Bestari) yang bertujuan memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menopang ekonomi pedesaan. Dan Srikandi Preneur guna mendorong pemberdayaan perempuan dalam dunia wirausaha melalui pelatihan dan digitalisasi pemasaran.

Washil menambahkan, Pemkab Gresik berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM dengan memastikan ekosistem bisnis yang kondusif, termasuk kemudahan akses perizinan, pengembangan, serta legalitas usaha melalui Diskoperindag dan DPMPTSP.

“Saat ini Gresik memiliki sekitar 6.500 UMKM. Harapan kami, program ini tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Vice President Business Process Smelting and Refining PTFI, Aripin Buman, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi kunci utama dalam memperkuat UMKM, terutama di wilayah Kecamatan Manyar dan Bungah.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi UMKM Gresik. Dengan dukungan dari berbagai pihak, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kuat dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” kata Aripin.

Editor : Cak Fir
#pemkab gresik #freeport indonesia #UMKM #transformasi #Kolaborasi #Rembuk Akur