Manyar – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan menanam 50 ribu bibit mangrove di sekitar area operasi Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Nasional Percepatan Rehabilitasi Mangrove serta upaya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
"Total sebanyak 50 ribu bibit mangrove kita tanam mulai September 2024 hingga Februari 2025. Kegiatan ini merupakan upaya kami dalam mendukung rehabilitasi dan restorasi ekosistem mangrove di Indonesia," kata Vice President Business Process Smelting & Refining Smelter PTFI, Aripin Buman, di Gresik, Rabu.
Penanaman mangrove ini dilakukan di lima desa, dimulai di Desa Tajungwidoro dengan 15.000 bibit, Desa Banyuwangi 10.000 bibit, Desa Bedanten 10.000 bibit, Desa Manyar Sidomukti 3.000 bibit, dan diakhiri di Desa Karangrejo dengan 12.000 bibit. Sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, PTFI menutup program ini dengan menanam 2.000 bibit mangrove di Desa Karangrejo, Manyar, Gresik, pada Sabtu (22/2).
Selain penanaman mangrove, HPSN 2025 juga dimeriahkan dengan kegiatan Plogging Fun, yaitu aktivitas berjalan sehat sambil memungut sampah, serta sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang melibatkan 122 siswa sekolah dasar di Desa Karangrejo dan 100 karyawan Smelter PTFI melalui program Employee Volunteer Program.
Menurut Aripin, mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi dan gelombang laut, sekaligus habitat penting bagi berbagai flora dan fauna. Selain itu, hutan mangrove juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program penanaman mangrove ini bertujuan untuk memitigasi dampak perubahan iklim, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan," jelasnya.
Dampak positif dari program ini turut dirasakan langsung oleh warga sekitar. Zaini, salah satu warga Desa Tajungwidoro, menyampaikan bahwa program penanaman mangrove yang dilakukan oleh PTFI memberikan banyak manfaat bagi masyarakat setempat.
"Program dari PTFI ini sangat menguntungkan bagi warga kami. Selain mencegah abrasi, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang belum bekerja, sehingga ada tambahan pendapatan," ujarnya.
Dengan keberlanjutan program seperti ini, PTFI berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan industri yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Editor : Cak Fir