Kebomas- Pemerintah pusat melalui Kementrian Koordinator Pangan dan Kementrian Pertanian terus berupaya mempermudah akses pupuk bagi Petani. Salah satu terobosan terbaru yakni memangkas jalur birokrasi yang selama ini dinilai rumit.
Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian RI, Jekvi Hendra mengatakan, langkah konkret pemerintah dalam memberikan kemudahan akses pupuk bagi petani salah satunya dengan memangkas jalur birokrasi.
Sebagai gambaran, jika sebelumnya penandatanganan persetujuan alokasi pupuk dilakukan oleh Gubernur, kini cukup dilakukan langsung oleh kepala dinas terkait di daerah masing-masing.
"Karena kesibukan Gubernur, sering kali penandatanganan surat alokasi terlambat, sehingga melewati masa musim tanam. Sekarang cukup kepala dinas saja," ujar Jekvi Senin (6/1) kemarin.
Diharapkan, pemangkasan birokrasi ini juga membawa fleksibilitas alokasi pupuk antarwilayah. Jika stok pupuk di suatu kabupaten habis, kepala dinas dapat memindahkan alokasi dari kabupaten lain.
"Sebagai contoh, jika stok pupuk sebanyak 25.000 ton habis pada bulan Maret, kepala dinas bisa memindahkan alokasi pupuk dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Jadi, kalau ada yang bilang pupuk tidak tersedia, itu hoaks. Pupuk selalu bisa dipindahkan sesuai kebutuhan," tegasnya.
Pada bagian lain, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyebut saat ini pupuknya sudah bisa ditebus oleh petani yang terdaftar dalam e-RDKK (Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyebut, stok per tanggal 1 Januari 2025 saat ini sudah ada di gudang-gudang Lini III atau tingkat Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
"Stok ini juga aman untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tiga pekan mendatang. Silahkan petani bisa mengoptimalkan stok ini dengan melakukan penebusan," kata Dwi Satriyo.
Adapun stok pupuk subsidi yang telah disiapkan oleh Petrokimia Gresik pada Januari 2025 diantaranya 59.593 ton pupuk Urea. Jumlah ini setara 183 persen atau di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar 32.483. Kemudian pupuk jenis NPK subsidi 297.332 ton atau 183 persen dari stok yang dipersyaratkan Pemerintah sebesar 162.569 ton. Terakhir, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk organik bersubsidi sebanyak 15.743 ton atau 118 persen dari stok minimal sebesar 13.375 ton.
“Sebagai produsen, kami telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi 372.668 ton. Stok tersebut siap ditebus oleh petani terdaftar dengan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Semua petani yang memenuhi syarat dapat langsung menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditentukan,” pungkasnya.
Editor : Cak Fir