Kebomas – PT Freeport Indonesia menggelar gala dinner di Ballroom Hotel Aston Gresik pada Selasa (17/12) malam sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas pemadam kebakaran yang berjuang mengatasi kebakaran fasilitas Gas Cleaning Plant Smelter Freeport pada Oktober lalu.
Apresiasi diberikan langsung oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas kepada lima institusi pemadam kebakaran (PMK), yakni Damkar Pemkab Gresik, Pemkot Surabaya, Damkar PT Petrokimia Gresik, Damkar Kawasan Industri Maspion dan Damkar BKMS.
Dalam sambutannya, Tony Wenas menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan ketangguhan petugas pemadam kebakaran yang bertindak cepat dan berkoordinasi secara efektif.
“Dedikasi tanpa pamrih dari para petugas pemadam kebakaran adalah nilai sejati dari seorang fireman. Begitu cepat dan tanggapnya aksi koordinasi lintas unit, api dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari 4 jam,” ujar Tony Wenas.
Tony menambahkan bahwa kebakaran yang terjadi pada 14 Oktober lalu berhasil diatasi berkat sinergi antara unit pemadam Freeport Indonesia dengan bantuan tim Damkar dari berbagai institusi. Meski demikian, unit Gas Cleaning Plant ini merupakan fasilitas esensial sehingga proses pemulihan akan memakan waktu yang cukup.
“Walaupun saya berada di luar negeri saat kejadian karena sedang di rumah sakit, saya memantau situasi menit per menit. Saya bangga dan berterima kasih atas respons cepat yang ditunjukkan para petugas,” katanya.
Tony menjelaskan bahwa proyek Smelter Freeport Indonesia yang bernilai investasi sekitar 4 miliar dollar AS atau setara Rp 60 triliun merupakan bagian penting dari ekosistem industri di Jawa Timur. Selain berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, smelter ini juga mendorong terbentuknya industri turunan, termasuk ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.
“Investasi ini menjadi barometer ekonomi domestik dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Jawa Timur. Dukungan luar biasa dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik sangat kami apresiasi,” tambahnya.
Tony menekankan bahwa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat, sangat diperlukan agar proyek ini berjalan lancar dan berkontribusi lebih besar pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah pemulihan smelter tembaga, PT Freeport Indonesia tetap memastikan keberlanjutan produksi.
“Kami tetap melanjutkan produksi emas batangan. Insya Allah, pada akhir bulan ini proses pemurnian emas dan perak akan mulai berjalan,” ujar Tony optimis.
Editor : Cak Fir