RADAR GRESIK-Sindikat penipuan online jaringan internasional bermodus lowongan kerja paruh waktu berhasil ditangkap oleh kepolisian Republik Indonesia.
Ironisnya, sindikat penipuan online itu berhasil meraup untung sekitar Rp 1,5 triliun. Terungkap lagi, penipuan kerja online itu dilakukan di empat negara.
Ternyata yang paling banyak korban bukan hanya Indonesia, namun di tiga negara lainnya juga. Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Himawan Bayu Aji mengatakan, dari Rp 1,5 triliun.
Ternyata masyarakat yang paling banyak ditipu lowongan kerja yakni Indonesia yang nilainya mencapai Rp 59 miliar, kemudian India Rp 1,077, Cina mencapai Rp 91 MIliar dan Thailand mencapai Rp 288 Miliar.
"Total kerugian masyarakat yang kena tipu ini mencapai Rp 1,5 triliun," tegasnya.
Kejahatan itu terungkat dari 189 laporan polisi (LP) yang tersebar di Polda Jajaran. Sejak tahun 2002 hingga 2024, total ada 834 korban di Indonesia.
Diberitan sebelumnya, modus kerja paruh waktu ditawarkan melalui telehtam dan WhatsAppa yang berisikan link log in yang kemudian bisa diakses oleh pelamar kerja. Jika sudah masuk data, maka sindikat penipuan kerja itu akan meminta sejumlah uang untuk biaya masuk kerja. (han)
Editor : Hany Akasah