Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kuota Pupuk Subsidi Ditambah, Petrokimia Gresik Resmikan Pabrik Baru Dalam Waktu Dekat

Muhammad Firman Syah • Kamis, 6 Juni 2024 | 06:30 WIB

Inovatif : Dirut PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo booth inovasi PT GCS.
Inovatif : Dirut PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo booth inovasi PT GCS.

Kebomas- Pemerintah Indonesia pada awal tahun 2024 mengeluarkan kebijakan penambahan pupuk subsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton atau naik 100 persen. Yang lebih menggembirakan penebusan pupuk Subsidi juga semakin mudah yakni hanya menggunakan kartu tani atau hanya dengan menggunakan KTP.
 
Nah, seiring dengan meningkatnya kuota pupuk bersubsidi PT Petrokomia Gresik juga terus melakukan persiapan dalam rangka mendorong produksinya. Yang terbaru perusahaan pupuk dengan tagline Solusi Agroindustri itu tengah mempersiapkan sebuah pabrik baru yang diberinama Phonska V.
 
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pabrik Phonska V akan diresmikan dalam waktu tidak terlalu lama. Langkah ini merupakan wujud nyata yang ditunjukkan oleh Pemerintah dalam rangka mendorong produksi pupuk di Indonesia. 
 
"Kami sudah menyiapkan peresmian pabrik baru bulan ini atau paling lambat bulan depan," kata Direktur Utama PG, Dwi Satriyo disela-sela pembukaan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke 38, Rabu (05/07) di GOR Tridharma.
 
Baca Juga: Pemenuhan Pangan Dunia, Petrokimia Gresik Ekspor Demplot Nonsubsidi untuk Pertanian ke Timor Leste
 
Dwi menjelaskan, pembangunan pabrik Phonska V ini, satu dari tiga rencana bisnis strategis yang akan dijalankan Perusahaan dalam. Apalagi dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 10/2022 disebutkan, pupuk bersubsidi hanya untuk pupuk Urea dan NPK. 
 
"Pabrik Phonska V akan memproduksi pupuk jenis NPK dengan kapasitas 600 ribu ton pertahun. Yang membuat kita patut berbangga, Pabrik ini dikerjakan secara Swakelola dan dikerjakan oleh anak bangsa, tidak ada kontraktor asing. Ini menandakan kemandirian dalam teknologi pupuk ini sudah kita kuasai dan harus terus ditingkatkan," tegasnya. 
 
Baca Juga: Freeport Gresik Segera Beroperasi, DPD RI Jatim Terpilih Singgung Potensi Butterfly Effect, Seperti Apa itu?
 
Sementara itu dalam konvensi inovasi ke 38 PT Petrokimia Gresik berhasil mendapatkan nilai tambah hingga Rp 381 miliar. Dwi Satriyo mengklaim dari jumlah tersebut pihaknya bisa melakukan efisiensi hingga Rp 120,6 miliar. Tidak hanya itu, Dwi juga menyampaikan jika keterlibatan karyawan PG dalam kegiatan inovasi setiap tahunnya terus bertambah.
 
"Pada tahun ini jumlah karyawan yang terlibat mencapai 95 persen. Artinya siapapun karyawan yang saya tanya, pasti dia sudah punya konsep-konsep inovasinya sendiri. Yang saya tekankan, Petrokimia Gresik tidak hanya eksis tapi juga tumbuh dan berkelanjutan untuk ke depannya,” pungkasnya. 
Editor : Cak Fir
#pupuk subsidi #pupuk indonesia #Petrokimia Gresik