RADAR GRESIK- Tiga pemuda asal Kabupaten Gresik terbilang cukup ekstrem. Mereka berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dengan Jalaur darat hingga menempuh perjalan ribuan kilo jalur darat. Mereka berjalan darat selama kurang lebih dua minggu dan melewati beberapa negara.
Ketiga pemuda tersebut bernama Muhbitin, Ainur Rifqi, dan Aminudin asal Kecamatan Manyar. Sebelum melakukan perjalanan, ketiganya terlebih dahulu mengurus beberapa dokumen yang dibutuhkan agar mereka sampai ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, seperti paspor dan lainnya.
“Loncat-loncat dari satu negara ke negara lain, melintasi negara-negara yang satu arah dengan Mekkah, seperti Malaysia, Thailand, Nepal, Qatar, Yordania, ran Arab Saudi,” ujar Muhbitin.
Pemuda asal Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar itu menjelaskan mereka memulai perjalanan sejak pertengahan April hingga awal Mei lalu. Butuh perjuangan hingga bisa sampai di Tanah Suci.
“Pertengahan bulan April berangkat, di Mekkah tinggal di rumah orang Saudi,” jelasnya.
Dirinya bersama dua temannya berangkat ke Tanah Suci secara mandiri dengan menempuh jalur darat dari negara satu ke negara lain. Pemandi jenazah di kampungnya mengaku membutuhkan biaya yang jauh lebih ekonomis alias murah. Apalagi tanpa perlu menunggu waktu puluhan tahun karena terbatasnya kuota haji tiap negara.
“Untuk perjalanannya Rp 30 juta untuk tiga orang lebih dari cukup. Kalau biaya hidup di Saudi sampai nunggu musim haji belum tau,” ungkapnya.
Kini Muhbitin bersama dua rekannya telah berada di Tanah Suci. Mereka tengah menjalankan ibadah umrah sebelum memasuki musim ibadah haji. “Ambil haji tamattu harus umrah dulu,” pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah