GRESIK-Berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik membuat para investor asing mulai merapat ke Gresik. Terbaru, AKR, pengelola JIIPE melalui anak usahanya PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) telah melakukan penandatanganan letter of commitment dengan salah satu investor Tiongkok yang berbasis di Hongkong.
Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoeseomo membenarkan ada investor baru asal negeri tirai bambu memesan sebidang lahan di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik.
“Nantinya, lahan ini akan digunakan untuk mengembangkan produk energi baru,” kata Haryanto Adikoeseomo, Rabu (18/10) kemarin.
Sementara itu pada bagian lain, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyambut positif hadirnya investor asal Tiongkok ini ke Gresik.
Kepala DPMPTSP Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo memberikan jaminan dan garansi percepatan penyelesaian perizinanan pada dokumen yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Kami akan memberikan karpet merah dan dukungan penuh kepada semua investor yang masuk ke Gresik tidak terkecuali investor di area KEK JIIPE Manyar," tegas Agung.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun hingga September 2023 tercatat sebanyak 29,6 hektar lahan di area KEK JIIPE Gresik telah terjual.
Rinciannya, pada semester I/2023 terjual 19,6 hektare untuk PT Hailiang Nova Material Indonesia. Kemudian, pada kuartal III/2023 terjual 10 hektar untuk perusahaan kimia asal Amerika Serikat. (fir/han)
Editor : Hany Akasah