RADAR GRESIK-Dalam rangka mengoptimalkan produksi pupuk nasional, Petrokimia amankan suplai bahan baku dengan membangun komunikasi ke berbagai negara.
Direktur Utama Dwi Satriyo mengatakan, Petrokimia Gresik terus membangun komunikasi dengan negara-negara penyuplai bahan baku agar pasokan aman.
"Konflik antara Rusia dengan Ukraina menjadikan pasokan bahan baku pupuk terhadap produsen di beberapa negara dapat terganggu. Alhamdulillah Petrokimia Gresik telah memiliki kerjasama dengan banyak negara penghasil bahan baku”, ujar Dwi Satriyo.
Sementara, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mengatakan, bahan baku pupuk produksi selama ini masih membutuhkan dukungan negara lain antara lain KCl, DAP, Phosphate Rock, Ammonium Sulphate, Sulphuric Acid, Phosphoric Acid, Sulphur dan beberapa lainnya.
"Petrokimia Gresik banyak melakukan pengembangan, seperti rencana membangun Pabrik Phonska V untuk menambah kapasitas produksi NPK, serta proyek pengembangan lainnya. Untuk itu, kebutuhan bahan baku juga akan semakin meningkat," ujarnya.
Baca Juga: Wujudkan Gresik Satu Data, Dispendukcapil Jemput Bola Layanan Adminduk ke BaweanBaca Juga: Wujudkan Gresik Satu Data, Dispendukcapil Jemput Bola Layanan Adminduk ke Bawean
Petrokimia Gresik selama ini sudah memperoleh suplai potasium dari Kanada, Rusia, Belarusia dan Yordania. Petrokimia Gresik juga menjajaki kerja sama dengan negara penghasil potasium lainnya seperti Laos, begitu juga dengan negara-negara Timur Tengah, sehingga pasokan potasium Petrokimia Gresik lebih terjamin.
"Petrokimia Gresik terus menjajaki kerja sama dengan berbagai model. Selain melakukan inovasi substitusi bahan baku, Petrokimia Gresik juga mencoba mengkaji skema kerja sama mendirikan pabrik di luar negeri untuk mendekat ke bahan baku," tandasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah