Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Terus Buka Rute Baru, Beberapa Alasan Bus Trans Jatim Ini Makin Diminati Masyarakat

Hany Akasah • Selasa, 3 Oktober 2023 | 01:06 WIB
SELALU PENUH: Warga selalu menunggu bus Trans Jatim karena harga murah dan nyaman.
SELALU PENUH: Warga selalu menunggu bus Trans Jatim karena harga murah dan nyaman.

 

 

GRESIK- Bus Trans Jatim merupakan bus Kota yang diresmikan pada Agustus 2022. Pada awal diresmikan pada 2022, Bus Trans Jatim koridor I beroprasi mulia dari Gresik – Surabaya – Sidoarjo saja. 

Lalu, pada Agustus 2023, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Bus Trans Jatim koridor II dengan rute Mojokerto, pada Oktober 2023 ini. Bahkan, transportasi yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur diminta masyarakat untuk menambah rute perjalan antar kota yang lebih luas. 

Bus Trans Jatim untuk saat ini menjadi bus yang memiliki penumpang terpadat daripada bus yang lain.

Bus Trans Jatim memang didesign sebagai transportasi mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain untuk melaksanakan aktivitasnya, baik bagi para pekerja maupun pelajar.

Selain harga  murah yakni Rp 5.000, Bus Trans Jatim juga sangat memperhatikan hal yang memungkinkan penumpang merasa aman dan nyaman.

Yaitu dengan memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan, khsususnya bagi penumpang yang berdiri. Perempuan hamil dan anak-anak juga punya prioritas lebih. Petugas tidak segan meminta pria dewasa untuk mengalah jika ada penumpang hamil dan anak-anak. 

Petugas dan kernet juga sangat ramah. Hal itu membuat penumpang nyaman. Dengan waktu perjalanan yang disiplin atau tidak menunggu terlalu lama, penumpang bisa memprediksi waktu kedatang di tempat tujuan. "Kalau naik angkot nge-time nya lama, kadang bisa berjam-jam. Kalau naik angkot berangkat kerja, pasti terlambat," kata Maratus Sholihah, warga BUnder yang bekerja Waru Sidoarjo. 

Bus Trans Jatim memiliki aturan bahwa bagi penumpang yang berdiri, penumpang laki-laki diharapkan untuk menempati lorong belakang, dan bagi penumpang perempuan diharapkan untuk menempati lorong depan.

“Aturan tersebut tentunya mendapat respon baik dari penumpang ya. Tidak mencampur adukkan penumpang menjadi satu antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut menimbulkan reaksi positif, khususnya bagi penumpang perempuan yang merasa aman dan nyaman,” jelas Alvia salah satu penumpang Bus Trans Jatim, Senin (2/10).

Baca Juga: Warga Balongpanggang Sumringah Layanan Bus Transjatim Bakal Sentuh Kawasan Gresik Selatan Menuju MojokertoBaca Juga: Warga Balongpanggang Sumringah Layanan Bus Transjatim Bakal Sentuh Kawasan Gresik Selatan Menuju Mojokerto

Di balik itu, sebagian penumpang ada yang merasa ketidaknyamanan saat menaiki Bus Trans Jatim, yaitu kapasitas penumpang berdiri yang tidak dibatasi. Penumpang yang berdiri merasa desak-desakkan meskipun antara laki-laki dan perempuan terpisah. 

Beberapa penumpang berharap, terdapat aturan yang membatasi penumpang berdiri demi kenyamanan perjalanan tanpa desak-desakkan dan tetap berada dalam suasana aman dan nyaman. (bel/han)

 

Editor : Hany Akasah
#Khofifah Indar Parawansa #surabaya #jatim #gresik #Diminati #Masyarakat #Trans Jatim #Gubernur