GRESIK - PT Petrokimia Gresik mencatatkan kinerja yang luar biasa selama kepemimpinan Direktur Utama, Dwi Satriyo Annurogo. Tidak hanya prestasi dalam kinerja keuangan saja, kemarin anak perusahaan Pupuk Indonesia itu mendapatkan penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Republik Indonesia.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, Petrokimia merupakan pemegang izin pemanfaatan tenaga nuklir untuk gauging dalam proses operasi dan produksi pupuk di perusahaan. Gauging merupakan teknik pengukuran yang memanfaatkan aplikasi teknik nuklir untuk mengukur tebal, ketinggian, densitas, serta sebagai kendali mutu proses produk.
“Penghargaan ini menjadi bukti dari komitmen, dalam memastikan keamanan dan keselamatan dalam pemanfaatan tenaga nuklir hingga mendapatkan penilaian kinerja Sangat Baik," kata Dwi Satriyo usai mendapatkan Anugerah Bapeten RI 2023
Baca Juga: Peringati HUT ke-78 RI, Petrokimia Gresik Luncurkan Warehouse dan Pusat Kendali Pengantongan Produk
Dia menjelaskan, sebelum memberikan penghargaan ada sejumlah tahapan yang dilakukan Bapeten kepada PG. Antaralain, melakukan inspeksi secara langsung ke fasilitas pemegang izin, menganalisa laporan verifikasi keselamatan fasilitas, pemantauan evaluasi dosis pekerja, pelaksanaan proses perizinan hingga penanganan kejadian kedaruratan.
“Teknologi kenukliran, banyak digunakan atau dimanfaatkan di berbagai bidang. Yang umum kita temui adalah pemanfaatan X-ray, di bidang medis. Pemanfaatan tersebut juga hampir sama dilakukan di petrokimia, namun sebagai penunjang aktivitas industri,” tuturnya.
Dwi menegaskan, penghargaan menjadi bukti konsistensi dalam penerapan manajemen risiko. Tata kelola manajemen risiko yang baik, memberikan informasi dan indikasi terhadap kemungkinan risiko yang akan terjadi pada perusahaan.
Baca Juga: Kembangkan Pabrik Amurea III, Petrokimia Gresik Tambah Pasokan Gas
"Ke depan kami juga akan terus meningkatkan kualitas penerapan manajemen risiko dan senantiasa melakukan mitigasi terhadap risiko yang akan dihadapi. Agar perusahaan, mampu meningkatkan daya saing di pasar global," pungkasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah