Kegiatan launching Gresikpay dilakukan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dalam penutupan pameran produk UMKM program Bunda Puspa dan launching Gresik Pay.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebutkan, langkah Bank Gresik patut mendapatkan apresiasi karena bisa menjawab tantangan zaman.
Baca juga : Bank Gresik Catat Hasil Positif Pertumbuhan Deposito
“Digitalisasi saat ini harus dilakukan di semua bidang, nah aplikasi ini merupakan jawaban dari Bank Gresik mempermudah transaksi digital dan layanan masyarakat,” kata Yani,
Gus Yani, sapaan akrabnya mengatakan, ruang digital yang cukup luas saat ini harus diambil Bank Gresik, terutama dalam bidang keuangan. Banyak hal yang bisa dilayani dalam transaksi digital harian masyarakat.
“Misalkan untuk pembayaran tiket masuk wisata di Gresik, wisata desa misalnya,” kata dia.
Kemudian, untuk meningkatkan cashflow, Yani menginstruksikan Bank Gresik bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menggalakkan tabungang siswa SMP dan SD di Kabupaten Gresik, yang akan ditampung di rekening Bank Gresik.
“Selain itu, Belanja APBD Gresik 2023 mencapai Rp4 triliun lebih yang mampu disalurkan atau dibelanjakan melalui Bank Gresik akan kami dorong direalisasikan, misalkan program PKH Inklusif yang dalam P-APBD ini dianggarkan Rp 4 Miliar, gaji PPPK dan sebagainya,” imbuhnya.
Untuk itu, Yani mendorong Bank Gresik jeli dan cepat mengeksekusi peluang – peluang yang ada di sekitarnya, dan mudah dijangkau untuk meningkatkan pendapatan dan mutasi transaksi Bank Gresik.
“Bank Gresik ini bisnisnya sehat, tapi belum maksimal dalam mengembangkan bisnisnya, karena itu peluang – peluang seperti tadi harus segera dieksekusi,” tandas Yani.
Direktur Utama Bank Gresik Al Kusani menyebut, pengembangan aplikasi Gresik Pay ini merupakan bentuk upaya mewujudkan salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam aspek digitalisasi. Selain itu, memang pangsa pasar transaksi digital di Gresik cukup menggiurkan untuk digarap.
“Kami optimis transaksi di Gresik Pay akan tumbuh, dan mendongkrak pendapatan Bank Gresik, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan setor dividen Bank Gresik ke kas daerah,” papar Kusani.
Untuk itu pihak Bank Gresik akan melakukan ekspansi masif ke pelaku UMKM, kedai, depot dan restoran di seluruh Gresik untuk memakai perangkat transaksi yang disediakan Gresik Pay dalam layanan pembayaran customernya.
“Dan kami akan memasyarakatkan aplikasi Gresik Pay ini, pengguna smartphone di Gresik cukup besar, penduduknya lebih dari satu juta jiwa,” tandas Kusani.
Andri Sulistyono dari PT Bima Sakti Multi Sinergi selaku developer aplikasi Gresik Pay yang digandeng Bank Gresik menjelaskan, aplikasi dompet digital ini sudah bisa dipakai untuk segala jenis transaksi. Mulai dari pembayaran non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke semua platform, pembelian pulsa dan paket data, pembayaran listrik, pembayaran PDAM, pesan tiket dan sebagainya.
Baca juga : HUT Bank Gresik Ke-46, Konsisten Bantu UMKM Gresik untuk Bangkit
“Apapun rekeningnya, bisa juga kirim uang ke rekening seluruh Bank,” papar Andri.
Agar bisa menikmati layanan Gresik Pay, masyarakat cukup mendownload dan menginstal aplikasi Gresik Pay di Play Store (Android). Kemudian mengisi data diri untuk membuat akun, sesuai denganaa petunjuk yang mudah dilakukan. (fir/han) Editor : Hany Akasah