Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Cargill Gresik Dampingi Tiga Desa di Manyar Tangani Stunting

Hany Akasah • Jumat, 18 November 2022 | 12:00 WIB
Prospek Buyer : Investor asal Jepang tertarik produk wood pellet Gresik untuk industri pembangkit listrik. (Dok/Radar Gresik)
Prospek Buyer : Investor asal Jepang tertarik produk wood pellet Gresik untuk industri pembangkit listrik. (Dok/Radar Gresik)
GRESIK - Perusahaan Modal Asing (PMA) PT Cargill Indonesia-Cocoa & Chocolate Gresik turut melakukan penanganan permasalahan stunting di Indonesia. Cargill Gresik menggandeng tim Penala Samahita Parma dan Pemerintah Kabupaten Gresik serta stakeholders berkontribusi dalam upaya preventif dan promotif penanganan stunting di tiga desa di Kecamatan Manyar, yaitu Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidomukti dan Desa Manyar Sidorukun (Manyar Kompleks).

Admin and Relations Manager PT. Cargill Indonesia, Adi Suprayitno mengatakan dalam upaya intervensi penurunan prevalensi stunting di Indonesia dibutuhkan peran yang holistik dan konvergen dari semua pihak, baik pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, pemerintahan desa.

"Juga peran swasta atau dunia usaha yang memiliki kepedulian dalam penyelematan generasi di Indonesia, khususnya di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik," ujarnya dalam sambutan peluncuran Rembug Penanganan Stunting di Pendopo Kecamatan Manyar, Kamis (17/11/2022).



Karena itu, sebagai perusahaan pangan berskala internasional, Cargill mendukung penuh upaya pengentasan problem kelaparan dan malnutrisi di Indonesia, khususnya di Manyar. "Program stunting ini merupakan tonggak awal sebelum melakukan berbagai upaya intervensi di lapangan," imbuh Adi.

Project Leader team Penala Samahita Parma Andri Siswanto mengatakan, persoalan stunting bukanlah semata-mata menjadi urusan tenaga kesehatan, namun justru membutuhkan kekutan kolaborasi berbagai pihak secara holistik.  "Antara pemerintahan desa, Puskesmas kelompok kader kesehatan, juga tokoh masyarakat yang ada di desa," urainya.

Baca juga : Cargill Gresik Latih Ekoliterasi Mangrove Ke 10 Sekolah di Manyar

Dengan menyadari posisi masing-masing ini, lanjut Andri, siapa akan melakukan apa, secara bersama-sama akan merumuskan langkah intervensi yang paling sesuai untuk tiga Desa di Kecamatan Manyar. Andri menyebut, program pencegahan dan penanganan stunting itu akan mengisi ruang kosong yang belum tergarap, sehingga tidak tumpang tindih dengan program yang sudah berjalan. "Nantinya program akan diawali dengan melakukan assessment di tiga desa untuk menemukenali apa penyebab dari masalah stunting, melakukan pelibatan kelompok relawan di tiga desa sebagai motor penggerak dalam upaya pencegahan maupun promosi dalam penanganan stunting di tiga desa," bebernya.



Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi langkah Cargill dan Penala. Dia menegaskan akan mensupport penuh program yang berlangsung 1,5 tahun itu. "Terimakasih kami ucapkan kepada PT Cargill yang telah mendukung Pemkab Gresik dalam menekan angka stunting," kata Bu MIn.

Baca juga : Kembangkan Ekonomi Warga, Cargill Gelar Pelatihan Batik Mangrove

Dijelaskan peran industri sangat dibutuhkan dalam pengembangan sumberdaya manusia seperti penanganan stunting ini. Karena Pemerintah tentu tak bisa sendirian. "Karena pertumbuhan adalah tanggung jawab orang tua, namun saat orang tua anak tak mampu maka menjadi urusan kita bersama," tandasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#PT. Cargill Indonesia #Stunting #CSR Cargill Gresik