Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Program Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik Diapresiasi Pemprov Jatim

Hany Akasah • Jumat, 30 September 2022 | 18:10 WIB
Apresiasi : Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto (kanan) mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM minuman sarang burung walet yang telah menembus pasar ekspor. (Firman/Radar Gresik)
Apresiasi : Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto (kanan) mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM minuman sarang burung walet yang telah menembus pasar ekspor. (Firman/Radar Gresik)
GRESIK - Program klinik ekspor yang digagas Bea Cukai Gresik mendapat apresiasi dari Pemprov Jawa Timur. Berkat program tersebut, salah satu pelaku UMKM minuman sarang burung walet kini bisa menembus pasar Asia.

Dihadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pemilik minuman sarang walet Uly Darojah menceritakan peran pemerintah membantu usahanya menjual minuman sarang burung walet.

Mulanya, Uly bercerita, saat pandemi covid mewabah di Indonesia, Februari 2020, usaha fashion menjual sepatu mengalami gulung tikar. Tidak menyerah, Uly melihat peluang menjual asupan produk minuman kesehatan. Setelah melakukan riset dan penelitian, ditemukan peluang untuk mengolah dan menjual minuman sarang burung walet.

“Saat itu banyak orang belum paham khasiatnya. Kami pun mulai melakukan penjualan," ujar Uly.

Diakuinya, awalnya sulit mencari pasar. Ditambah belum memiliki perizinan dan lain-lain. Namun dukungan Dinkop, Kabupaten Gresik penjualan produknya sedikit demi sedikit mulai menemukan titik terang.

"Dibantu pembuatan kelengkapan izin legalitas, membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), dan mencari market pasar," ungkapnya.

Usaha minuman sarang burung walet semakin meningkat ketika Uly bertemu dengan Bea Cukai Gresik. Melalui program klinik ekspor, dirinya dibantu membuat NIB untuk bisa memasarkan produk ke luar negeri. Hasilnya, beberapa negara seperti Hongkong, Cina, Singapura dan Jepang tertarik dengan produk minuman sarang burung walet.

"Melalui bisnis matching, buyer asal Hongkong tertarik dengan produk kami. Oktober 2021, kami ekspor ke Hongkong dengan transaksi senilai Rp 800 Juta. Saat ini proses ke negara Jepang.

Baca Juga : Bea Cukai Antar UMKM Rumput Laut Kering Tembus Pasar Cina dan Jepang

Selain dibantu NIB ekspor, Uly mengaku ada beberapa hal yang dibantu bea cukai Gresik, yakni pengurusan BPOM dan meningkatkan kualitas produk.

"Packaging sangat mempengaruhi minat pembeli di Hongkong dan Alhamdulillah diterima oleh negara Hongkong," ungkapnya.



Mendengar hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengapresiasi dukungan yang diberikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Sekretariat Jenderal Perwakilan Kementerian Keuangan I Jawa Timur kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jatim.

Diungkapkan berdasarkan data Kementerian UMKM RI, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 juta dengan kontribusi PDRB sebesar 61 persen atau senilai Rp 574 triliun.

"Jumlah yang sangat signifikan. Maka dampaknya juga besar. Jadi UMKM merupakan salah satu motor penggerak ekonomi kita," ujarnya.

Baca Juga : HUT RI ke 77, Bea Cukai Gresik Ajak Stakeholder Jalan Sehat dan Lomba

Menurutnya sinergi berbagai pihak terbukti meningkatkan kontribusi koperasi dan UMKM terhadap ekonomi Jawa Timur. Pada tahun 2021, Koperasi UMKM Jatim memberikan kontribusi sebesar 57,81 persen terhadap PDRB Jatim atau setara dengan Rp 1.418,94 triliun.

Capaian tersebut, lanjutnya, mengalami peningkatan dibandingkan kondisi di tahun 2020 yang mencapai Rp 1.361,39 triliun dengan kontribusi sebesar 57,25 persen dengan jumlah koperasi aktif saat ini sebanyak 22.970. Hal ini semakin menegaskan bahwa koperasi dan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Timur.

Selain itu, sertifikasi halal yang menjadi target nasional. Sejauh ini, kata Gubernur Khofifah, Pemprov Jatim mengkoordinasikan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara rutin. Namun saat ini masih ditemuian beberapa kendala.

Hal ini menyebabkan sulit melakukan  percepatan layanan seperti yang ditargetkan oleh pemerintah pusat. Semoga sinergi dan kolaborasi yang lebih luas akan berseiring dengan upaya percepatan seritifikasi produk halal.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya literasi digital bagi pelaku UMKM. Selama ini, Pemprov Jatim dibantu Bank Indonesia telah menyiapkan rumah kurasi untuk mengkurasi produk-produk UMKM sehingga standar dari produk UKM ini relatif baik dan mengetahui bagaimana grade dari produk mereka.

"Kita membutuhkan lebih banyak lagi rumah kurasi dan format-format pelatihan seperti itu supaya standardisasinya juga semakin bagus," pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan Festival UMKM Satu Jawa Timur dihadiri Staf Ahli Kemenkeu Bidang Penerimaan Negara Oza Olavia, Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Jatim John L Hutagaol, Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#UMKM GRESIK #bea cukai #berita gresik #gresik #Pemprov jatim #bea cukai gresik